|
Welcome To My Website Kebajikan ( De 德 )...Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Latest Post

Manfaat Meinum Air Lemon Setiap Pagi untuk Tubuh

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Senin, 05 Desember 2016 | 13.08


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Lemon adalah salah satu buah yang paling sehat, terutama airnya dianggap memiliki efek yang baik pada kesehatan kita secara keseluruhan. Minum segelas air hangat dengan beberapa tetes air lemon dan madu saat perut kosong di pagi hari untuk mengurangi lemak tubuh.

Lemon merupakan sumber yang sangat baik dari beberapa nutrisi seperti vitamin dan mineral seperti kalsium, kalium, magnesium, besi, dll, dan serat. Asam sitrat dalam buah ini memiliki antibakteri yang kuat, sifat antivirus dan kapasitas yang baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Di sisi lain, air lemon membersihkan tubuh dari semua racun dan menyimpannya terhidrasi. Jadi, bersama-sama, mereka membuat kombinasi yang sehat hebat.

Berikut adalah 7 manfaat kesehatan dari minum air lemon.

1. Menurunkan berat badan

Minum lemon yang diberi madu dapat membantu dalam mengurangi berat badan. Ini karena menciptakan kondisi basa dalam perut, menurunkan berat badan lebih cepat. Kandungan pektin tinggi dalam lemon memberikan rasa kenyang, sehingga dapat mengurangi keinginan untuk makan dalam waktu yang lama.

2. Mengatur tekanan darah

Lemon juga bermanfaat untuk menyembuhkan tekanan darah tinggi. Kandungan kalium yang tinggi dalam lemon, juga dapat mengurangi stres dan membantu Anda mendapatkan tidur yang lebih baik. Pada gilirannya, akan dapat menjaga tekanan darah dalam batas normal.

3. Meningkatkan kesehatan kulit

Konsumsi secara rutin air lemon dapat membantu menyehatkan kulit, melindungi kulit dari keriput, kerutan dan noda. Campuran dari air lemon dan madu memiliki sifat kolagen meningkat yang meningkatkan kesehatan kulit Anda.

4. Pencernaan yang lebih baik

Lemon memiliki komponen yang membantu organ hati untuk memproduksi empedu dalam jumlah yang cukup untuk memperlancar pencernaan dan detoksifikasi tubuh. Lemon juga membantu menyembuhkan sembelit dan diare. Minum segelas air lemon untuk mengobati semua masalah yang berhubungan dengan perut.

5. Meningkatkan kekebalan tubuh

Meningkatkan kekebalan dan membantu tubuh melawan pilek dan flu secara efektif. Buah ini juga memungkinkan tubuh untuk menyerap zat besi, yang juga merupakan nutrisi penting untuk meningkatkan kekebalan.

6. Mengobati sakit tenggorokan

Lemon adalah obat alami untuk mengobati sakit tenggorokan. Minum segelas air lemon setiap pagi dapat mengurangi risiko infeksi tenggorokan. Hal ini juga dapat mencegah masalah pernapasan seperti asma. Kumur dengan air lemon secara teratur untuk mendapatkan hasilnya.

7. Memberikan energi tubuh

Nutrisi dalam lemon dapat bermanfaat sebagai sumber energi alami bagi tubuh. Lemon menghidrasi tubuh, selain memasok oksigen, yang membantu kita untuk merasa berenergi dan segar. Salam kebajikan (Sumber)

Bahagia Itu


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Bagi mereka yang miskin, bahagia itu ketika memiliki banyak uang dan harta melimpah.

Bagi mereka yang sakit, bahagia itu ketika memiliki tubuh yang bugar dan sehat.

Bagi mereka yang jomblo, bahagia itu ketika memiliki pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria dan setia.

Bagi mereka yang banyak pekerjaan dan kesibukan yang tidak berjeda, bahagia itu ketika memiliki waktu untuk liburan, merilekskan tubuh dan pikiran.

Bagi mereka yang lumpuh, bahagia itu ketika mereka dapat berjalan seperti orang normal.

Bagi mereka yang buta, bahagia itu ketika mereka dapat melihat, dapat menikmati keindahan dunia.

Bagi seorang tunawisma, bahagia itu ketika memiliki rumah yang dapat melindungi dirinya dari panas terik matahari dan dinginnya angin malam yang menusuk tulang.

Bagi seorang pelajar, bahagia itu ketika berhasil meraih rangking pertama dan menjadi siswa teladan di sekolahnya.

Bagi seorang olahragawan, bahagia itu ketika berhasil meraih medali emas dan menjadi pemain terbaik dalam setiap turnamen yang diikutinya.

Bagi seorang pengangguran, bahagia itu ketika mendapatkan pekerjaan yang baik dan bergengsi.

Bagi orang tua, bahagia itu ketika memiliki anak yang berbakti dan sukses dalam kehidupannya.

Bagi seorang pemabok, bahagia itu ketika memiliki persediaan minuman beralkohol yang banyak di rumah untuk dinikmati kapan saja.

Bagi ibu-ibu kaya, bahagia itu saat memiliki waktu dan uang yang banyak untuk kegiatan shopping, tanpa dilarang-larang oleh siapapun.

Bagi seorang politikus, bahagia itu ketika memiliki jabatan dan kekuasaan yang menjadikan hidupnya menjadi terhormat dan terpandang.

Bagi seorang selebritis, bahagia itu ketika memiliki popularitas dan bayaran setinggi langit untuk setiap aksi panggung, sinetron dan film yang dilakoninya.

Sobatku yang budiman...

Semua orang tentunya memiliki definisi kebahagiaan masing-masing, bergantung kepada apa yang ingin atau belum diperolehnya atau sesuatu yang telah hilang di kehidupannya sekarang.

Kebahagiaan-kebahagiaan seperti contoh di atas sejatinya bukanlah makna kebahagiaan yang sesungguhnya karena relatif bergantung kepada keinginan masing-masing pribadi yang membutuhkannya, waktunya pendek dan berlangsung sementara. Bahagia seperti ini lebih tepat jika disebut sebagai kesenangan, kepuasan dan kegembiraan.

Saat semua keinginan sudah terpenuhi, pasti akan muncul lagi keinginan lain yang dianggap mewakili kebahagiaan. Hal ini akan berlangsung terus menerus hingga akhir hayat. Kita menjadi terbelenggu oleh keinginan yang tiada habis-habisnya. Jika sudah terpenuhi maka merasa sudah mendapatkan kebahagiaan semu. Jika gagal diperoleh maka merasa hidupnya penuh dengan penderitaan.

Sesungguhnya kebahagiaan sejati itu ketika kita memiliki rasa syukur atas semua yang sudah dimiliki saat ini, tidak serakah dan membatasi keinginan yang berkeliaran di pikiran. Mau dan mampu menikmati segala yang sudah tersedia dengan sebaik-baiknya.

Kebahagiaan seutuhnya saat kita memiliki hati untuk menyayangi dan mengasihi sesama manusia tanpa memandang perbedaan yang ada.

Hanya dengan kasih sayang dan syukur yang dapat menghadirkan sukacita, kedamaian, kegembiraan dan kebahagiaan sejati dan seutuhnya dalam hidup ini. Salam kebajikan #firmanbossini

Dunia Terus Berubah, Jangan Pernah Memandang Rendah Siapa Pun!

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Minggu, 04 Desember 2016 | 19.46


KEBAJIKAN (De 德) Jangan pernah memandang rendah siapa pun, sekarang ia terpuruk, tapi tidak berarti masa depannya suram. Sebaliknya kehidupan Anda lancar tidak ada kendala yang berarti, tapi belum tentu selamanya akan lancar-lancar saja seperti itu. Dunia terus berubah, pasang surutnya perjalanan hidup seseorang itu tidak bisa diprediksi oleh siapapun.

Di dunia ini, ada banyak orang yang tidak lebih baik hidupnya daripada Anda, tapi mungkin masih banyak orang yang melebihi Anda. Jadi, jika Anda tidak punya modal seperti itu, sebaiknya jangan memandang rendah orang lain, termasuk mereka yang hidupnya tidak sebaik Anda!

Siapapun dia, tetap harus kita hormati dan hargai, tidak peduli seberapa buruk hidup mereka, dan tak peduli seberapa rendah hidup mereka. Bahkan meski orang yang terganggu mentalnya atau orang gila sekalipun juga jangan dengan mudahnya memandang hina atau membencinyaa, meskipun jiwa mereka tidak “waras” lagi,  setidaknya mereka tahu masih ada kasih sayang. Sementara ada orang yang normal justru tidak tahu akan kasih sayang ini. Seperti kalimat yang berbunyi : “ada orang yang hidup, tapi sudah mati ; sebaliknya ada orang yang sudah mati, namun ia masih hidup”.

Setiap orang memiliki pola hidupnya masing-masing, mungkin hanya karena cara hidup mereka saja yang membuat Anda tidak bisa menerimanya. Selama hati mereka baik, dan selama mereka memiliki cinta kasih dan bakti, tidak masalah meski dalam pandangan kita, mereka itu tak lebih dari pengangguran atau orang-orang hidupnya tidak karuan. Tidak peduli apa yang ada dalam pikiran orang lain, jangan memandang  rendah mereka, justru seyogyanya memperlakukan mereka dengan cara yang sama layaknya sahabat

Menilai seseorang, jangan dikarenakan ia tidak bisa apa-apa lantas memandang rendah padanya. Terlebih lagi jangan menghargai setingi langit hanya karean ia sangat hebat. Katakan pada diri Anda sendiri : Jangan memandang rendah siapapun, tidak peduli bagaimana hidupnya sekarang, sekarang ia hidup terpuruk, tapi tidak berarti masa depannya juga akan suram, meskipun sekarang hidup lumayan baik, belum tentu di masa depan akan lebih baik dari sekarang.

Meskipun berduit, saat berjalan di jalan raya, harap hormati para penyapu jalanan, karena mereka memberikan kebersihan! Meskipun Anda kaya raya, tetapi jangan memandang rendah mereka. Karena, mungkin secara materi mereka sangat jauh dibandingkan dengan Anda, tetapi itu tidak berarti kehidupan spiritual mereka tidak  kalah dengan Anda. Jangan memandang rendah siapa pun, sisi tertentu dari orang lain yang tidak sebaik Anda itu bukan berarti tidak sebaik Anda, mungkin suatu hari nanti, kehidupan mereka akan sehebat Anda.

Kehidupan secara materi seseorang mungkin sulit, tapi selama mereka kaya secara spiritual itu juga sudah cukup. Karena Anda tidak tahu, mungkin tanpa sengaja kata-kata yang Anda ucapkan dengan mereka itu akan berdampak pada sepanjang hidup Anda.

Di mata orang lain, ada orang yang dianggap bukan orang baik, tapi itu bukan dianya yang tidak baik,  melainkan kebaikannya itu hanya untuk sebagian kecil orang saja, dan maaf, mungkin Anda bukan termasuk bagian dari orang-orang itu, karena itu Anda tidak mengetahuinya. Jadi jangan dengan mudahnya memandang rendah siapapun, cobalah untuk menghormati mereka, mungkin Anda akan menemukan sesuatu yang tak terduga.

Meskipun Anda kaya dan hebat, Anda juga tidak boleh memandang rendah siapapun, bagaimanapun juga masih ada yang lebih kaya dan hebat dari Anda di dunia ini. Jangan merasa puas diri atas setitik hasil yang Anda dapatkan sekarang, karena masyarakat selalu bergerak maju ke depan!

Orang-orang yang terlihat kaya sekarang, belum tentu kelak akan bergelimang harta lagi. Sebaliknya orang-orang yang terlihat miskin sekarang, belum tentu akan selalu miskin selamanya. Dunia terus berubah, begitu juga dengan kita, berubah, namun, tidak peduli bagaimana dunia ini berubah, harap jangan dengan mudahnya memandang rendah pada seseorang.

Ada sesuatu yang layak Anda pelajari dari setiap individu, sekalipun mereka tidak pernah mengecap pendidikan. Jangan pikir sekarang Anda adalah seorang sarjana, atau punya gelar doktor, pejabat atau gelar bergengsi lainnya, lantas Anda pikir tahu segalanya. Seseorang yang benar-benar sukses itu tidak akan pernah memandang rendah siapapun. Mereka yang sukses tidak memandang rendah orang lain, apalagi kita hanya orang biasa. Jadi jangan pernah sekalipun memandang rendah orang lain.  Salam kebajikan (Sumber)

Pelajaran dari Kehadiran Seekor Kecoa

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Jumat, 02 Desember 2016 | 12.03


KEBAJIKAN ( De 德 ) Di sebuah ruangan kerja yang ditempati oleh para karyawan dan manajer perusahaan, tiba-tiba dihebohkan oleh kehadiran seekor binatang kecil yang dianggap menjijikkan oleh sebagian orang.

Binatang "kotor" yang dikenal dengan nama kecoa, terbang dari sudut ruangan yang berisikan tumpukan berkas-berkas, hinggap di atas meja seorang pegawai wanita. Seketika keluarlah suara jeritan melengking dari mulutnya, yang membuat pandangan semua orang tertuju kepadanya.

Karyawati ini segera mengambil sehelai kertas, lantas mengibas-ngibas ke arah lokasi kecoa bertengger. Akibat ulah wanita muda ini, kecoa tersebut terbang kembali dan hinggap di pundak karyawati lainnya. Sontak saja, karyawati ini menjerit sekuat-kuatnya, tanpa memiliki keberanian untuk mengusir kecoa tersebut dari pundaknya.

Untunglah seorang office boy bernama Sarman dengan tenang, segera berinisiatif hendak menangkap kecoa tersebut. Namum pergerakan yang tiba-tiba membuat kecoa tersebut terbang kembali. Kali ini, kecoa tersebut hinggap ke atas kepala manajer perusahaan.

Pria yang berwajah ganteng tidak dapat menyembunyikan rasa keterkejutannya. Dengan mengayunkan gerakan tangan seperti berpencak silat, manajer ini mulai memukul-mukul kepalanya sambil mengeluarkan suara layaknya suara pendekar silat Bruce Lee.

Gerakannya yang over action bukannya dapat mengusir kecoa tadi, namun sebaliknya terdengar suara gedebuk kepala karena kepalan tangannya memukul kepalanya sendiri. Sementara itu, kecoa tersebut kembali terbang mengelilingi seantero ruangan.

Kebetulan, pemilik perusahaan tiba-tiba masuk ke dalam ruangan dan heran melihat kegaduhan yang tercipta seperti berada di dalam pertunjukan sirkus.

Pemilik perusahaan : "Apa-apaan ini? Mengapa berteriak-teriak seperti melihat setan di siang bolong?"

Seorang karyawan menunjuk ke arah kecoa yang sedang terbang berputar-putar di atas langit-langit, sambil berkata : "Boss, lihat itu... Ada seekor kecoa yang sangat menjijikkan. Bang Sarman, office boy kita sudah berusaha menangkapnya namun tidak berhasil..."

Pemilik perusahaan itu menoleh ke arah kecoa, lalu menjulurkan lengannya ke depan. Kecoa tadi sepertinya berubah menjadi jinak dan hinggap di atas jas sang pemilik perusahaan.

Dengan tenang, boss yang berusia muda itu berdiri diam sejenak, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa di kemeja jasnya. Lantas dengan penuh kehati-hatian memungut kecoa tersebut dari atas jas lengannya, lalu membuangnya ke luar ruangan kantor.

Pemilik perusahaan itu kembali ke dalam ruangan, lalu berkata : "Ada yang dapat menjawab, pelajaran apa yang dapat kita petik dari peristiwa kehadiran seekor kecoa..?"

Semua pegawai diam membisu, ada yang memang tidak tahu jawabannya, namun sebagian lagi sedang menenangkan diri dari ketakutan yang ditimbulkan oleh kecoa tadi.

Pemilik perusahaan : "Apakah kecoa tadi harus bertanggungjawab atas kegaduhan yang terjadi dalam ruangan ini?"

Sebagian besar karyawan termasuk manajer menganggukkan kepala dengan kencang untuk membenarkan pertanyaan sang pemilik perusahaan.

Pemilik perusahaan tersenyum, lalu berkata : "Kalian salah besar. Bukan kecoa yang membuat kehebohan, namun diri kalian sendiri yang menimbulkan kegaduhan. Buktinya Pak Sarman, office boy kita dan saya sendiri tidak merasa terganggu. Kami tidak merasa tertekan dan tetap tenang dalam menangani seekor kecoa yang berseliweran. Saya berhasil mengusir kecoa dengan santai dan tanpa menimbulkan keributan..."

Sarman merasa senang saat namanya disebut dan merasa tersanjung tatkala seorang pemilik perusahaan memujinya.

Pemilik perusahaan melanjutkan : "Jelas bukan karena kecoanya yang menimbulkan kegaduhan, namun karena respon dan tanggapan kalian yang menentukan. Jika merasa takut atau jijik, tidak perlu berteriak-teriak seperti kesetanan, diam saja dan biarkan orang lain mengatasi masalah ini. Ketidakmampuan kalian menenangkan diri dalam menghadapi seekor kecoa menjadi penyebab suasana ruangan ini mrnjadi kacau...."

Pemilik perusahaan bergerak ke arah Sarmam, lalu berkata : "Kecoa memang menjijikkan.
Tapi kecoa akan tetap seperti itu selamanya.Tak mungkin kita dapat mengubah kecoa menjadi lucu dan menggemaskan. Nah, mulai besok kamu akan dipromosikan menjadi satpam perusahaan..."

Sarman tersenyum kegirangan. Segera menjabat tangan boss perusahaan yang bahkan belum pernah disentuhnya sejak pertama kali bekerja di perusahaan ini. Dia merasa bersyukur atas kebijaksanaan sang pemilik perusahaan. Berkat seekor kecoa, hidupnya naik level setingkat menjadi lebih baik.

Sobatku yang budiman...

Demikian juga dengan masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Semuanya muncul silih berganti sepanjang hari. Bertemu teman yang gemar bergosip dan menyebar fitnah, diomelin boss karena sesuatu yang bukan kesalahan kita atau memiliki bawahan yang pembangkang, menghadapi pasangan yang cerewet hingga bete karena terjebak kemacetan di jalanan.

Tidak ada masalah yang timbul, akan membuat kita tenang, nyaman dan bahagia. Sampai kapanpun, semua ini tidak akan akan menyenangkan jika kita menghadapinya dengan akal pendek, panik dan ceroboh.

Sesungguhnya bukan karena kehadiran masalah yang membuat semua menjadi kacau balau. Namun semua kerumitan ini disebabkan karena ketidakmampuan kita menghadapinya dengan tenang dan pikiran jernih.

Orang yang sukses dan yang senantiasa diliputi kebahagiaan bukan melulu karena semuanya berjalan lancar dan tertib. Namun sejatinya, kita dapat menikmati kebahagiaan karena kemampuan kita dalam menanggapi segala masalah secara bijak dan benar. Salam kebajikan #firmanbossini

Kafe Bintang Purnama

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Kamis, 01 Desember 2016 | 12.20


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Zuki, seorang pengusaha muda, pemilik kafe yang menjual makanan dan minuman. Berbekal dari kegemarannya meramu dan memasak berbagai menu makanan dan minuman, Zuki memberanikan diri terjun ke usaha kuliner dengan membuka kafe sederhana yang diberi nama "KAFE BINTANG KEJORA"

Beberapa teman dan kerabat Zuki telah mencoba berbagai menu makanannya, memberikan pujian atas kelezatan makanan yang disediakan di kafe tersebut.

Sayangnya, walaupun makanan yang disajikan enak dan lezat, namun kafe tersebut masih sepi pengunjung. Sebulan telah berlalu, usaha kafe yang dirintis Zuki masih merugi karena sepi pengunjung.

Bulan berikutnya, Zuki mencoba beberapa upaya untuk memikat para pengunjung, dengan memberikan diskon, bonus dan berbagai tawaran paket yang terbilang murah dan menarik. Bukan itu saja, Zuki juga membesarkan papan nama kafenya dan memasang lampu warna-warni agar kelihatan menyolok.

Namun, sekali lagi upayanya menemui kegagalan. Kafenya masih tetap sepi.

Akhirnya, seorang kerabatnya menganjurkan agar Zuki pergi menemui seorang guru spiritual yang terkenal pintar dan bijaksana bernama Opung Toba.

Sesampainya di kediaman Opung Toba, Zuki menceritakan semua keluh kesahnya. Di akhir penuturannya, Zuki mengatakan bahwa dia berniat untuk menutup kafenya karena mungkin peruntungannya bukan di bisnis kuliner.

Opung Toba mendengarkan semua cerita Zuki dengan seksama. Beliau menggelengkan kepalanya, dahinya sedikit berkernyit seperti sedang memikirkan sesuatu.

Tidak berapa lama kemudian, Opung Toba mengembangkan senyumannya, lalu berkata : "Wahai anak muda, kamu jangan menyerah atau berputus asa. Masih ada jalan untuk memperbaiki keadaan menjadi lebih baik..."

Zuki menatap tajam ke arah Opung Toba : "Maaf guru... Saya sudah mencoba berbagai cara, namun semuanya gagal. Apakah masih ada harapan buatku untuk meneruskan usaha ini...?"

Opung Toba : "Tentu saja... Sekarang coba kamu terapkan cara sederhana ini. Tidak memerlukan biaya yang besar. Gantilah nama kafe menjadi KAFE BINTANG PURNAMA dan buatlah lukisan sebuah bulan yang besar dengan warna yang menyolok di samping nama kafe. Setelah itu perintahkan juru masak untuk menebar aroma yang menggugah selera sepanjang waktu..."

Zuki merasa heran dengan nasehat Opung Toba : "Guru, mengapa nama kafe ini bintang purnama? Bukankah kata purnama lebih cocok untuk bulan, bukan bintang? Terus, yang membuat saya bingung, nama kafe ini bintang purnama, namun mengapa justru lukisannya adalah gambar sebuah bulan besar?"

Opung Toba tertawa mendengar alasan dari Zuki. Sambil menepuk pundak Zuki, beliau berkata : "Ikuti saja apa yang saya katakan. Jika saja upaya ini masih menemui kegagalan, maka saya persilakan kamu untuk mengganti profesi sebagai pemilik kafe..."

Zuki melihat keseriusan dan kalimat tegas dari Opung Toba. Namun tetap muncul keraguan atas nasehat yang super aneh dari pria tua yang berjanggut putih. Namun, tiada lagi alasan untuk tidak mencoba saran ini. Zuki benar-benar menuruti semua kemauan Opung Toba.

Sungguh mengagumkan, hanya berselang beberapa hari setelah nama kafe diubah menjadi "KAFE BINTANG PURNAMA" dan lukisan sebuah bulan yang indah di samping tulisan, kafe ini menjadi ramai oleh para pengunjung.

Rupanya penyebab dari membludaknya para tamu kafe karena mereka merasa heran dengan nama kedai yang aneh dan lukisan yang tidak sinkron dengan nama kedai.

Awalnya, orang-orang yang berlalu lalang di depan toko, ingin memberitahu kepada manajer kafe bahwa ada kekeliruan antara nama dan lukisan. Saat masuk ke dalam kafe, mereka mencium aroma makanan yang lezat yang sengaja disebar ke seantero ruangan oleh juru masak kafe. Mirip seperti tukang sate yang membakar minyak dan bumbu sate, hingga memunculkan aroma bau yang menggugah selera.

Para tamu yang sudah berada di dalam kafe, segera dilayani oleh pelayan kafe dan mempersilakan mereka untuk duduk sambil menceritakan apa yang menjadi keheranan mereka. Para pengunjung juga dimintai saran atau masukan untuk kemajuan usaha ini. Mereka diberikan secangkir teh hangat secara gratis.

Para tamu merasa dilayani dengan baik dan terhormat plus minuman teh gratis. Mereka mencoba-coba membuka lembaran buku berisi menu makanan yang terletak di atas meja dan akhirnya berniat memesan makanan. Apalagi disuguhi oleh aroma makanan yang membuat rasa ingin tahu semakin tinggi.

Demikianlah selanjutnya, kedai milik Zuki semakin hari semakin bertambah ramai. Semua ini berkat kejelian Opung Toba menciptakan "sesuatu" yang membuat orang menjadi penasaran.

Sobatku yang budiman...

Pada dasarnya, sebagian manusia itu adalah makhluk yang kepo, begitu bersemangat untuk mengomentari suatu keanehan atau kekeliruan yang diperbuat oleh orang lain. Senang bergosip, bercerita dan sharing (berbagi) kepada orang lain, hanya untuk memuaskan hasrat "kekepoannya".

Peluang ini, ternyata digunakan oleh Opung Toba untuk membantu usaha Zuki. Sungguh merupakan inspirasi tingkat tinggi dalam memanfaatkan kelemahan watak manusia untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Orang yang cerdik adalah orang yang mampu membaca peluang dan membuat keuntungan dari peluang tersebut. Orang cerdik ini belum tentu pandai. Orang pandai justru banyak yang bekerja kepada orang-orang yang cerdik.

Salam kebajikan #firmanbossini

Syukuri Semua yang Anda Miliki

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Rabu, 30 November 2016 | 13.12


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Ada seorang penebang kayu, setiap hari ke gunung mencari kayu bakar, hari demi hari berlalu, hidup dalam kesederhanaan.

Pada suatu hari, ketika penebang kayu naik ke gunung seperti biasa, ia melihat seekor burung perak yang terluka. Sekujur badan burung perak dibaluti dengan bulu berwarna perak yang gemerlap, dengan gembira sang penebang kayu berkata : “Wah!Seumur hidup belum pernah saya melihat burung yang begitu indah!” Lalu, burung itu pun dibawa pulang olehnya, dan dengan telaten mengobati luka si burung perak.

Selama proses penyembuhan, burung perak selalu berkicau setiap hari untuk penebang kayu, sang penebang pun hidup dalam sukacita setiap hari. Suatu hari, tetangga melihat burung perak penebang kayu, lalu memberitahu penebang kayu kalau ia pernah melihat burung emas. Burung emas jauh lebih indah ribuan kali daripada burung perak, selain itu juga kicauannya lebih merdu daripada burung perak. Mendengar itu, penebang kayu tampak merenung, ternyata ada burung emas ya!?

Sejak itu, pikiran penebang kayu hanya terpaku pada burung emas, tidak lagi mendengar kicauan burung perak yang jernih melengking, dan hari-hari yang dilewati pun semakin tidak bahagia. Suatu hari, si penebang kayu duduk di teras, memandangi mentari senja, sambil membayangkan seperti apakah indahnya burung emas itu ?

Saat itu, burung perak mulai sembuh dari lukanya, dan berencana hendak pergi. Burung perak terbang rendah menghampiri penebang kayu, lalu berkicau menyanyikan lagu terakhir untuk penebang kayu. Usai mendengar kicauan burung perak, penebang kayu berkata dengan nada kecewa : “Meskipun suaramu bagus, tapi tidak bisa dibandingkan dengan burung emas ; Mekipun bulu kamu indah, tapi tak seindah burung emas.”

Seusai bernyanyi, burung perak pamit sambil berputar tiga lingkaran di sisi penebang kayu, terbang menuju ke arah mentari senja. Penebang kayu memandangi burung perak yang terbang menjauh, tiba-tiba ia melihat burung perak itu berubah menjadi burung emas yang indah di bawah temarat cahaya mentari senja!Ternyata burung emas yang dilihat tetangganya itu adalah burung perak di bawah pancaran sinar mentari senja! Burung emas yang diimpikannya itu ada di sana, tapi burung emas itu telah terbang jauh, jauh, semakin jauh, da tidak akan pernah kembali lagi.

Orang-orang dekat Anda yang selalu memberikan perhatian untuk Anda itu mungkin adalah isteri, suami, teman, bawahan Anda dan sebagainya. Mungkin karena sudah lama selalu bersama, Anda telah melupakan kehadirannya, bahkan sudah menjadi biasa, atau bahkan seperti sang penebang kayu, ingin mencari seekor burung emas yang lebih bagus daripada burung perak. Namun, ketika burung perak terbang menjauh, baru Anda sadari ternyata burung emas itu adalah burung perak yang setiap hari selalu berada di sisi anda. Syukuri semua yang sudah Anda miliki, mudah-mudahan Anda tidak akan mengalami nasib seperti penebang kayu yang akhirnya menjadi penyesalan sepanjang hidupnya. Salam kebajikan  (Sumber)

Dewa - Dewi

Legenda Tiongkok

PEPATAH TIONGKOK

KESETIAAN / ZHONG

TAHU MALU / CHI

KESEDERHANAAN / LIAN

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2016. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger