|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Latest Post

Perbedaan

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Jumat, 28 April 2017 | 12.13


KEBAJIKAN ( De 德 ) Belakangan ini, kita melihat suatu fenomena tidak baik tentang perbedaan. Sebagian kalangan sengaja meruncingkan ketidaksamaan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain, satu profesi dengan profesi yang lain dan yang lebih parahnya membuat garis perbedaan yang begitu tajam antara keyakinan yang satu dengan keyakinan yang lain.

Entah mengapa, orang-orang di masa kini semakin sulit menerima adanya perbedaan. Membesar-besarkan perbedaan yang sudah menjadi kodrat Tuhan, memusuhi orang yang tidak sealiran dan bahkan berniat menenggelamkan orang yang tidak mau ikut dalam perahu yang mereka kemudikan.

Semua orang ditekan dan dipaksa untuk mempunyai pikiran, pandangan dan pendapat yang sama. Karena itu, mereka bahkan berani menyetani (setan) orang lain, padahal mereka adalah manusia biasa, sama-sama ciptaan Tuhan. Jika tidak sama, maka yang berbeda akan diserang terus menerus, mencari kelemahan dan kekurangan untuk dihujat.

Padahal perbedaan itu sesungguhnya adalah sebuah keniscayaan. Sesuatu yang biasa dan alami, tidak perlu dibesar-besarkan sebagai garis pemisah yang tidak boleh untuk dipersatukan. Justru dengan perbedaan yang ada, semua elemen masyarakat dapat saling mengisi, saling melengkapi dan saling menyempurnakan. Tujuannya tidak lain tidak bukan yaitu untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan kuat, bangsa yang disegani oleh negara-negara lain di dunia.

Keanekaragaman itu bukanlah sebuah ancaman. Toh, semua ini adalah maha karya Sang Pencipta. Jika berkehendak, bisa saja Tuhan menciptakan manusia menjadi satu kaum saja, seragam dan sama satu sama lainnya.

Namun kenyataannya tidak demikian. Tuhan menciptakan manusia menjadi banyak suku dan banyak bangsa, menguji ketaqwaan umatnya dengan memperbolehkan kehadiran banyak agama dan aliran kepercayaan.

Dengan perbedaan, kita dapat saling mengenal satu sama lain, mengerti tentang persamaan dan mentolelir adanya ketidaksamaan. Dengan demikian, semua orang dapat saling bekerja sama, menerima apa yang menjadi kekurangannya dan memberi apa yang menjadi kelebihannya. Indah bukan?

Sobatku yang budiman...

Saat berada di dalam lingkungan internal atau dalam keluarga, kita selalu melihat banyak kesamaan perilaku orang-orang sekeliling kita. Lantas kita diajarkan tentang hal-hal yang sama yang menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.

Namun, kita hidup bukan hanya berada di dalam kungkungan. Kita pasti akan berbaur dan bergaul dengan kelompok lain yang tentunya memiliki perilaku dan kebiasaan yang berbeda dengan yang biasa kita lihat dan kita kerjakan.

Di sinilah kita belajar tentang toleransi atau tenggang rasa. Kita tidak mungkin memaksakan kebiasaan kita kepada orang lain, sebab kita juga tidak ingin dipaksa mengikuti kebiasaan mereka. Saat ini mungkin kita adalah mayoritas, namun di skup lingkungan yang lebih besar, mungkin kita adalah minoritas.

Jangan takut berbeda. Jadikanlah perbedaan itu sebagai kekuatan maha dahsyat untuk menjaga dan mempertahankan negeri ini dari rongrongan pihak asing yang tidak suka dengan kemajuan negeri ini.

Jika takut melihat perbedaan, apa bedanya kita dengan sebagian hewan yang suka memangsa hewan lain yang tidak sejenis dengannya?  Salam kebajikan #firmanbossini

Kepala Batu


KEBAJIKAN ( De 德 ) Semua orang pasti mengenal es batu. Bentuknya bermacam-macam, sesuai dengan wadahnya saat berwujud air. Ada yang berbentuk balok persegi panjang yang besar, ada yang bulat seperti buah kelapa dan ada pula yang berbentuk cincin.

Saat berwujud air, tidak akan menyakitkan bila dilempar mengenai tubuh. Namun jika sudah berwujud padat, sebongkah es yang memiliki kekerasan sekeras batu, pastinya akan menyakitkan bila dilempar mengenai tubuh kita.

Apabila kita memegang atau menggenggam es batu dalam waktu lama, maka tangan kita akan menjadi kebas, rasanya tidak nyaman, dinginnya hingga menusuk tulang.

Namun, jika kita mencelupkan bongkahan es batu itu ke dalam gelas yang berisi air, maka es itu akan mencair. Bukan itu saja, es batu ini mampu mendinginkan air yang berada di dalam gelas. Menghasilkan minuman sejuk yang menyegarkan tenggorokan orang yang meminumnya.

Dalam hidup ini, banyak manusia memiliki sifat dan karakter menyerupai es batu, diistilahkan sebagai "kepala batu". Ada yang menyebutnya keras kepala karena selalu ingin menang sendiri, tidak mau ditegur atau dikritik, menganggap dirinya paling hebat, paling unggul dan paling mulia, dibandingkan orang lain.

Harga dirinya begitu tinggi, sehingga tidak pernah ada kamus "mengalah" dalam hidupnya. Tidak peduli benar atau salah di mata orang lain, yang penting menurutnya benar, maka pendapatnya akan terus dipertahankan sekuat tenaga.

Mereka yang berkepala batu, tidak responsif, hanya memiliki satu sudut pandang dan tidak dapat menerima pendapat orang lain. Mereka tidak menyadari bahwa apa yang dilakukan atau diucapkan seringkali menyakiti hati orang lain.

Padahal, semakin kita mempertahankan sifat kepala batu, maka beban hidup ini akan semakin berat. Semua ini karena ulah kita sendiri yang tidak mau berkompromi dengan lingkungan sekitarnya. Inginnya mau menang sendiri saja.

Seandainya sifat "kepala batu" itu dapat dicairkan seperti bongkahan es yang mencair di dalam gelas berisi air, maka kita akan memperoleh suasana yang sejuk, tidak sedingin es yang menusuk tulang. Dan tentunya akan bermanfaat bagi orang lain di sekeliling kita.

Sobatku yang budiman...

Berkeras hati untuk mencapai tujuan adalah perbuatan yang baik, namun membiarkan sikap kepala batu dalam mempertahankan pendapat, terutama pendapat yang salah, tentunya bukanlah perbuatan bijaksana.

Manusia berkepala batu merujuk kepada mereka yang memiliki ego tinggi, sombong dan jauh dari sikap rendah hati. Mempertahankan gengsi demi sebuah harga diri, seolah-olah dirinya adalah sumber kebenaran serta merasa pendapatnya adalah yang paling hebat dan harus diikuti oleh semua orang.

Orang yang memiliki sifat kepala batu akan sulit mendapatkan teman, apalagi sahabat yang baik. Orang-orang akan bersikap dingin, malas dan tidak peduli kepadanya karena susah diatur, sulit ditegur, tidak mau dinasehati dan payah untuk diajak kerjasama.

Hanya mereka yang memiliki kerendahan hati yang akan dihormati dan bakal memperoleh kehidupan yang bahagia selamanya.  Salam kebajikan #firmanbossini

Komitmen

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Selasa, 25 April 2017 | 13.00


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Seorang pemuda, sebut saja namanya Awan, saat berkumpul bersama karyawan lain, pernah berkata : "Jika saja saya terpilih menjadi pemimpin perusahaan ini, maka saya berjanji akan mensejahterahkan seluruh pegawai, memperhatikan hak-hak mereka dan mengupayakan gaji yang layak untuk mereka. Saya akan berdiri di barisan terdepan jika saja pemilik perusahaan menolak keinginan ini..."

Beberapa tahun kemudian, berkat kegigihan, keuletan, loyalitas yang tinggi dan dukungan dari para pegawai, Awan berhasil menduduki posisi puncak tertinggi di perusahaannya.

Saat ditagih janjinya oleh para pegawai, Awan berkilah : "Tenang aja, apa yang pernah saya janjikan pasti akan saya penuhi. Ini kan baru menjabat. Tunggulah setahun lagi, setelah saya benar-benar mempelajari dan mengenal seluk-beluk perusahaan ini..."

Setahun telah berlalu, seorang teman Awan bernama Hendra mencoba mengingatkannya : "Boss, jangan lupa dengan janji-janjimu setahun lalu. Para pegawai sudah tidak sabar menunggumu merealisasikan apa yang pernah kamu ucapkan dulu..."

Awan : "Sampaikan saja kepada mereka untuk bersabar. Saya sedang berusaha meningkatkan keuntungan perusahaan sebesar-besarnya, agar di akhir tahun, kita semua dapat memperoleh bonus yang besar. Tunggulah hingga akhir tahun ini..."

Hendra merasa Awan mulai mengabaikan janji-janjinya, mencari-cari alasan untuk tidak menepati janjinya terdahulu. Belakangan ini, dia melihat Awan begitu asyik dengan hobby terbarunya bermain golf dan bersenang-senang di tempat karaoke bersama klien dan pemilik perusahaan.

Suatu ketika, sebagai sahabat yang berasal dari kampung yang sama, Hendra kembali mengingatkan Awan. Namun, kali ini, Awan justru menjadi murka dan mulai berkata kasar : "Kamu ini sudah mulai mengganggu hidupku. Apa kamu tidak melihat bagaimana capeknya saya bekerja sepanjang waktu. Kalian ini cuma bisa mengeluh. Apa bedanya kalian dengan seekor keledai yang malas?"

Hendra : "Kami hanya ingin menagih janjimu sebelum kamu menjadi boss di perusahaan ini. Kamu bisa merasakan, bagaimana pemilik perusahaan tidak peduli dengan nasib pegawainya. Tahukah kamu jika rata-rata gaji kita berada jauh di bawah gaji pegawai di perusahaan lain? Sadarkah kamu jika perusahaan ini memperlakukan kami bagaikan seekor sapi perahan..."

Awan : "Kamu mulai ngeselin, sama seperti yang lain. Kerja malas tapi minta gaji tinggi. Perusahaan ini belum untung banyak..."

Hendra : "Kamu sudah berubah. Sekarang sudah menjadi boss, begitu mudah melupakan janji-janjimu. Mengingkari komitmen yang dulu. Ucapanmu tidak dapat lagi dipegang hanya karena jabatan dan kekayaan..."

Awan : "Terserah apa katamu... Sebagai bawahan, kamu harus mengikuti semua aturan di perusahaan ini. Kamu tidak boleh membantah apapun yang kuucapkan. Kamu dengar itu..!!!"

Hendra : "Baiklah... Mulai besok saya akan mengajukan surat pengunduran diri..."

Awan berkata sinis : "Silakan saja... Masih banyak orang yang mau bekerja di perusahaan ini..."

Setelah Hendra keluar dari perusahaan, satu persatu pegawai senior mulai mengikuti jejak Hendra mengundurkan diri dari perusahaan. Melihat fenomena ini, Awan tidak bergeming. Dengan kekuasaan yang dimilikinya, dia dapat merekrut pegawai baru menggantikan pegawai lama yang resign. Awan tidak menyadari bahwa peranan pegawai senior amat berpengaruh kepada kinerja perusahaan.

Dalam waktu dua tahun setelah kepergian para pegawai senior, perusahaan mengalami kemunduran, kinerjanya jeblok dan keuntungan perusahaan berubah menjadi kerugian. Pemilik perusahaan melihat gejala negatif ini memanggil Awan dan meminta pertanggungjawabannya.

Awan mulai menyadari kesalahannya dan berusaha merayu karyawan lama untuk kembali bekerja dengan iming-iming gaji tinggi. Dia menjumpai Hendra, membujuknya untuk kembali bekerja, menawarkan jabatan setingkat manajer untuknya.

Hendra menampik tawaran tersebut : "Maaf beribu maaf... Saya tidak dapat menerima penawaranmu. Saya dan rekan-rekan lain tidak mau bekerja untuk orang yang tidak dapat memegang komitmen dan gemar melalaikan janji. Hari ini ngomong begini, besoknya ngomong begitu. Saat senang, begitu mudah melupakan jasa dan peranan orang lain. Saat susah barulah mengemis meminta bantuan. Apakah kamu tidak merasakan pengorbanan kami dulu? Jadi, kami sepakat untuk bekerja di tempat kami yang sekarang, bekerja untuk boss yang memegang teguh komitmennya...."

Tidak sampai setahun, perusahaan yang dipimpin Awan terpaksa harus gulung tikar. Awan yang sebelumnya hidup bergelimpangan harta dan kehormatan, harus jatuh terpuruk dalam kesengsaraan. Tiada yang bersedia membantunya. Semua karena ulahnya yang tidak dapat memegang komitmen.

Sobatku yang budiman...

Komitmen adalah cerminan harga diri. Pelanggaran komitmen pasti akan menurunkan harga diri. Konsistensi menjaga komitmen dengan baik akan menaikkan harga diri seseorang.

Seringkali muncul upaya dari orang dan lingkungan sekitar, berusaha memancing seseorang untuk melanggar komitmennya. Harta dan tahta adalah rayuannya.

Inilah ujian sesungguhnya yang harus dilakoni setiap orang, mempertahankan diri dari setiap bujukan unsur negatif tersebut. Tidak pernah kalah apalagi menyerah untuk mempertahankan komitmennya demi menjadi pribadi yang bermartabat dan memiliki harga diri yang tinggi.
Salam kebajikan #firmanbossini

Mari Tetap Bersama


KEBAJIKAN ( De 德 ) Pilihanmu hanyalah untukmu, bukan untukku. Kumau yang hitam, engkau mau yang putih. Kupilih yang berkumis, engkau pilih yang klimis. Ini bukan benarmu, bukan pula benarku. Ini semua salahku, juga salahmu karena kita terlalu mudah berselisih paham untuk hal-hal sepele. Mungkin sebabnya kita bukanlah makhluk yang sempurna.

Kita melihat dari sudut pandang masing-masing, senantiasa mengabaikan sudut pandang yang lain. Terbelenggu dalam kacamata kuda, melihat lurus ke depan, tanpa mau menoleh ke kanan dan ke kiri.

Kita tidak mungkin menyatukan pemikiran karena maumu belum tentu adalah mauku, impianmu belum tentu impianku dan caramu belum tentu sama dengan caraku. Namun kuingin kita tetap bersama dalam perbedaan, bersatu dalam keberagaman dan berjalan beriringan dalam menyongsong kehadiran mentari nan penuh harapan.

Aku pernah kehilangan semuanya, termasuk orang yang pernah kusayangi. Sekarang aku tak ingin lagi mengulangi kesalahan yang sama, melihat keluarga tercinta dan sahabat-sahabat terbaik pergi berlalu dari hadapanku.

Walau bumi dan langit terus menghimpit, meski hujan dan badai terus menerjang, kumau kita tetap berpegangan tangan dan beriringan melangkah hingga ajal menjemput. Salam kebajikan #firmanbossini

Curahan Hati Mark Zuckerberg

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Jumat, 21 April 2017 | 14.05


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  1. Mengapa saya memperisteri seorang wanita tidak berparas cantik?
2. Mengapa saya menyumbangkan harta / saham facebook saya sebesar USD 45 Miliar, apakah untuk menghindari pajak ?

PERTAMA-TAMA SAYA INGIN MEMBAHAS, APA ITU WANITA CANTIK, APA ITU WANITA TIDAK CANTIK.

Saya mempunyai banyak kesempatan bertemu berbagai wanita cantik. Namun, apa yang disebut wanita cantik kebanyakan berhati seperti kaca, jika sakit manjanya seperti seorang putri raja; dan juga penyakit angkuh. Dan juga akan bertanya kepada saya mengapa begitu kaya namun tidak mau berganti mobil ? Saya tahu tujuan mereka adalah mau pamer di lingkungan teman.

Wanita demikian walaupun secantik apapun, bila sanubarinya hanya menuntut / meminta, tetap kelihatan jelek, jiwanya juga kotor. Wanita demikian barulah dikatakan sebagai wanita berparas jelek, diberikan gratis pun saya tidak mau.

Kecantikan di luar akan berkurang nilainya seiring bertambahnya usia, namun kecantikan dari dalam akan bertambah nilainya seiring bertambahnya usia. Dalam hal ini para ahli ekonomi di Wall Street pasti mengerti, makanya saya sama dengan mereka, tidak akan bersentuhan dengan benda yang secara cepat turun nilainya.

APA YANG SAYA SUKAI DARI PRISCILLA CHAN ISTERI SAYA ?

Raut wajah seorang wanita adalah cermin hati sanubari seseorang, senyumnya memukau selamanya. Sejak hamil, Priscilla sama sekali mengabaikan perubahan yang terjadi pada raut mukanya akibat kehamilannya. Tetap berpakaian sederhana, tanpa dandan, namun kebahagiaannya saya rasakan sepenuhnya dan juga nampak kepada orang lain.

Saya mencintai kesederhanaan Priscilla. Saya mencintai penampilannya, bersemangat namun bijak, berani namun penuh kasih, berjiwa pemimpin namun juga bisa mendukung orang lain. Saya mencintai keseluruhannya. Saat bersamanya, saya merasa sangat nyaman dan santai.

Saya sama sekali tidak merasa Priscilla tersanjung kepada saya. Selain memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi, dia juga memiliki kecerdasan emosi / sosial yang tinggi. Jangan lupa bahwa Priscilla adalah lulusan jurusan Kedokteran Harvard University. Anda bisa coba test masuk universitas tersebut, jurusan Hukum, Kedokteran, Ekonomi adalah jurusan yang menjadi rebutan orang. Walaupun lulus test masuk belum tentu anda bisa lulus penuh. Kalau mau dikatakan tersanjung, lebih tepat saya yang tersanjung kepada Priscilla, bukan sebaliknya.

Perkawinan ibarat sepasang sepatu. hanya yang memakainya tahu sepatunya nyaman dipakai atau tidak. Priscilla paling cocok buat saya. Saya dan Priscilla adalah pasangan yang paling ideal di bumi ini. Saya berkenalan dengan Priscilla saat mengantre di toilet. Di mata Priscilla, saya adalah seorang kutu buku. Ini adalah jodoh.

Di mata kalian, Priscilla adalah wanita yang tidak cantik. Namun di mata saya, ia adalah wanita cantik dan paling serasi dengan saya. Saya tidak bisa menahan diri memamerkan foto saya dengan Priscilla yang begitu berbahagia. Dalam foto nampak saya dan Priscilla begitu bahagia, damai, dan alami.

Tips bagi kalian: "Sebagian wanita hanya melihat keburukan orang lain, tidak melihat kecantikan orang lain. Dengan demikian, kebahagiaan akan meninggalkan kalian, tidak berjodoh. Sebab, apa yang ada dalam hati itulah yang ada dalam kenyataan".

SEKARANG MEMBAHAS TENTANG PENGHINDARAN PAJAK YANG DITUDUHKAN KEPADA SAYA.

Kalian berpikir, saya menyumbang USD 45 Miliar apa untuk pamer kekayaan atau menghindari pajak? Apa otak kalian atau otak saya yang bermasalah ? Apa yang kami sumbangkan USD 45 Miliar berbentuk saham sebetulnya, bukan nilai sebenarnya, tapi hanya nilai pasar. Bisa lebih tinggi atau lebih rendah nilainya, ini tergantung pasar yang menentukan.

Dana yang kami sumbangkan untuk digunakan sebagai dana abadi untuk diinvestasikan ke sekolah dan rumah sakit. Saat kelahiran anak kami, kami berkunjung ke rumah sakit, bermaksud untuk bisa ikut berkontribusi dalam dunia pengobatan.

Seiring perkembangan teknologi yang maju pesat, kami sungguh berharap 100 tahun mendatang. Hampir semua penyakit dapat dicegah dan diobati. Saat ini, kebanyakan manusia meninggal akibat penyakit jantung, kanker, stroke, dan penyakit menular lainnya. Diharapkan berbagai penyakit tsb dapat teratasi dengan lebih cepat. Saat menyadari anak kami dan banyak anak lainnya berkemungkinan bisa menghindari berbagai penyakit, kita semua punya tanggung jawab untuk mewujudkan impian itu. Saya tegaskan sekali lagi, saya dan isteri saya akan berkontribusi semaksimal mungkin untuk tujuan tersebut.

Di Silicon Valley, "Mengubah Dunia" kata itu bukan hanya sebuah slogan. Ia merupakan sebuah keyakinan dan kekuatan. Mimpi kami berharap melalui usaha keras kami untuk memperbaiki kualitas pendidikan, pengobatan, integrasi dunia, untuk disumbangkan kembali ke masyarakat, mengubah dunia. Membangun suatu dunia yang lebih baik untuk semua umat manusia.

Teman-teman sekalian, kami sedang melakukan upaya "Change The World", apa yang telah kalian lakukan ? Saya mendengar di antara kalian banyak mengeluh, saya ingin katakan bahwa tidak ada artinya mengeluh, tindakanlah yang lebih bermakna.

Saya dan Priscilla menyumbangkan 99% saham kami di Facebook, mendekati semua saham milik kami, apa kalian masih menganggap yang kami lakukan untuk menghindari pajak ? Apa masih ada maknanya menghindari pajak ? Banyak teman-teman di Tiongkok yang kaya raya, mengapa mereka tidak ikut menyumbangkan 99% harta mereka untuk menghindari pajak ?

LALU, TENTANG BAJU DAN MOBIL APA YANG SAYA PAKAI.

Betul, sepanjang tahun saya memakai T-shirt abu-abu dan mobil yang sangat sederhana. Saya tegaskan, saya bukan orang yang berhari-hari tidak ganti baju. Namun, saya membeli banyak T-shirt berwarna abu-abu. Saya berusaha menjalani hidup ini sesederhana mungkin, supaya menghemat pikiran dan waktu memutuskan berbagai hal yang tidak penting. Sebab memilih memakai pakaian, makan pagi, dan berbagai hal kecil itu menyita cukup banyak waktu dan pikiran. Saya tidak ingin membuang waktu hanya untuk hal-hal kecil tersebut, sehingga saya bisa lebih konsentrasi melakukan berbagai hal yang lebih bermanfaat untuk masyarakat.

Saya memiliki tiga buah mobil, satu Toyota seharga USD 16 ribu, VW golf seharga USD 18 ribu dan Chevrolet TSX seharga USD 30 ribu. Setelah Facebook go public, saya ganti VW GTI seharga USD 30 ribu. Saya berpendapat, mobil hanya sebuah alat transportasi, tidak perlu yang mahal-mahal.

Saya tidak memakai berbagai barang branded, yang penting saya merasa nyaman. Mengapa butuh barang-barang yang berlebihan ? Kalau yang menyangkut kebutuhan berlebihan, justru otak, perasaan sendiri lebih butuh diutamakan.

Kata bijak Tiongkok zaman dulu: "Manusia harus menaklukkan benda bukan ditaklukkan benda”. Maksudnya adalah, berbagai materi kehidupan untuk digunakan / dikendalikan manusia, bukan sebaliknya. Saya sangat setuju dengan pemikiran tersebut.

Saya sangat salut ucapan yang pernah diucapkan Mandela, yaitu : "Jiwa saya adalah pemimpin saya, nasib saya dikendalikan oleh diri saya sendiri". Makanya saya tidak gila branded, tidak ada manfaatnya dan sangat tidak masuk akal.

Apa yang ada dalam hati itulah kenyataan yang ada di dunia. Percayalah bahwa dunia ini adalah alam semesta yang indah, jika anda tidak percaya, anda tidak akan bisa memiliki dunia / alam semesta yang indah. Tidak akan memiliki kehidupan yang indah dan penuh kedamaian. Hal tersebut di atas merupakan keyakinan saya dan Priscilla.

Akhir kata, bila ada yang tidak berkenan, mohon petunjuk ! Anda bisa tinggalkan pesan untuk saya. Terima kasih telah luangkan waktu mendengar yang saya sampaikan.
Terima kasih.

Mark Zuckerberg

=====================
CATATAN :

MARK and PRICILIA, merupakan orang terkaya no.3 di dunia (no.1 adalah Warren Buffet pemilik saham terbesar, no.2 adalah Bill Gates, pemilik program Window's / Microsoft).

Kekayaan Mark USD 45 Milyar. Mark hanya menyisihkan untuk keluarganya 1% (USD 450 juta), luar biasa...! Kasih dan ikhlas adalah kuncinya, itu yang membuat ia hanya memiliki 1% dari keseluruhan sahamnya. Salam kebajikan

Uang

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Selasa, 18 April 2017 | 14.57


KEBAJIKAN ( De 德 ) Semua orang memang memerlukan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun tidak sedikit yang sangat "menghambakan" uang sehingga menganggap hanya dengan memiliki banyak uang, hidupnya akan berubah menjadi bahagia.

Ada yang menghalalkan segala cara agar mendapatkan banyak uang. Melakukan tindakan kriminal, korupsi, perampokan dan aneka perbuatan yang dilarang agama, demi memuaskan syahwat keduniawian. Tidak peduli ada yang tersakiti dan tidak mau tahu jika ada yang terluka. Yang penting uang dapat diperoleh dengan mudah.

Mereka merasa harus mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk kebahagiaan diri dan keluarganya. Memaksa diri untuk berjuang dengan segala cara untuk menumpuk lembar demi lembar rupiah. Bekerja sekeras-kerasnya siang dan malam serta meninggalkan keluarga, anak dan isteri. Mengabaikan arti kekerabatan dan nilai-nilai sosial yang sesungguhnya.

Padahal, ada banyak sisi kehidupan tidak akan mampu digantikan oleh uang.

Uang memang dapat digunakan untuk membeli obat, namun dapatkah uang membeli kesembuhan?

Uang memang dapat membeli teman, namun dapatkah uang membeli persahabatan?

Uang memang dapat membeli rumah yang besar dan mewah, namun dapatkah uang membeli keharmonisan keluarga?

Uang memang dapat membeli alat-alat olahraga dan kesehatan, namun dapatkah uang membeli kesehatan itu sendiri?

Uang memang dapat membeli makanan enak di restoran mahal, namun dapatkah uang membeli kenikmatan makanan?

Banyak pasangan suami isteri bertengkar, berseteru dan akhirnya harus bercerai, hanya gara-gara kekurangan uang.

Banyak keluarga yang berselisih paham dan akhirnya harus terpecah-pecah, hanya gara-gara memperebutkan uang.

Banyak pejabat yang harus jatuh dan akhirnya terpaksa mendekam di hotel prodeo, hanya gara-gara terbujuk rayuan uang.

Dan, begitu banyak orang harus menderita, sakit hati dan mendendam gara-gara uang.

Sobatku yang budiman...

Uang itu memang penting, namun jauh lebih penting nilai-nilai persaudaraan, persahabatan, amanah dan tanggung jawab, keyakinan dan keimanan, kesehatan serta keharmonisan keluarga.

Janganlah memandang uang setinggi langit, sebab uang tidak akan ikut bersama kita saat menghadap Sang Pencipta. Semua itu hanyalah titipan.  Salam kebajikan #firmanbossini

Dewa - Dewi

Legenda Tiongkok

PEPATAH TIONGKOK

KESETIAAN / ZHONG

TAHU MALU / CHI

KESEDERHANAAN / LIAN

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2016. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger