|
Welcome To My Website Kebajikan ( De 德 ) Festival Kue Bulan (Tiong Chiu) Happy Mid Autumn Festival....Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Latest Post

Hukum Karma : Menantu yang Tewas Disambar Petir

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Sabtu, 24 September 2016 | 14.06


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Ini adalah sebuah kisah nyata yang terjadi pada musim panas tahun 1960-an di Kota Nanyang, Provinsi Henan, Tiongkok. Seorang menantu yang tewas di sambar petir karena perlakuanya terhadap ibu mertua.

Ada satu keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan anak, menantu, dan dua cucu laki-laki dan perempuan. Di usianya yang sudah senja, berusia lebih dari 70 tahun, ibu ini menderita kebutaan. Ibu yang buta ini punya cucu laki-laki berusia sekitar 8 atau 9 tahun, dan cucu perempuan usia puluhan tahun. Ibu ini tinggal di sebuah pondok ilalang di sebelah timur, sedangkan anak dan menantunya beserta cucu-cucunya tinggal di pondok sebelah barat. Anak lelakinya yang sangat berbakti bekerja di tempat yang jauh di sebuah perusahaan kehutanan, dan lebih dari satu bulan baru bisa sekali pulang ke rumah. Sementara semua urusan rumah tangga sehari-hari dikerjakan oleh menantunya, dan selama itu tidak pernah terdengar suara ribut-ribut di rumah.

Saat pulang, putranya selalu menanyakan tentang kondisi ibunya, karena tidak mau anaknya cemas, maka sang ibu selalu bilang sehat-sehat saja, bahkan memuji-muji betapa baik dan berbaktinya istrinya itu. Mendengar itu, putranya pun senang dan lega. Lama kelamaan, kabar itu pun tersebar luas, para tetangga sekitar selalu bercerita kalau si nenek mendapatkan seorang menantu perempuan yang baik.

Padahal, menantu perempuannya itu bukan saja kerap mengutuk mertuanya kenapa tidak segera mati saja, tapi juga acapkali memberi mertuanya itu makan makanan sisa, bahkan kerap memberi minum air bekas cucian peralatan dapur.

Itu masih tidak seberapa, kadang-kadang saat mertuanya haus dan minta minum : “Tolong suruh anak-anak bawakan saya air minum.” Saat itu, kebetulan menantunya sedang mencuci kaki, lalu berkata pada anaknya : “Kamu ke dapur dan bawa ke ibu mangkuk nenekmu itu.” Kemudian, menantunya menuang air bekas cuci kakinya itu ke mangkuk, lalu menyuruh anaknya membawa air minum itu ke neneknya.

Ada kalanya ketika mertuanya tidak bermaksud untuk minum, sang menantu juga kerap menuang air kotor bekas cuci kakinya itu ke mangkuk, lalu menyuruh anak-anaknya membawa air minum itu untuk neneknya yang buta, sambil berkata : “Jangan sampai nenekmu haus, nanti dikira kita tidak berbakti lagi!”

Hari demi hari terus berlalu, orangtua yang buta itu melewati kesehariannya dengan sabar. Hingga pada suatu ketika di musim panas tahun 1960, semuanya pun berakhir.

Ketika itu, hujan lebat disertai dengan gemuruh halilintar dan petir yang memekakkan telinga, sangat mengerikan. Pada saat itu, si menantu dan dua anaknya berada di rumah. Seberkas petir bergemuruh menyambar atap rumahnya, sampai-sampai debu pada balok penyangga atap rumah pun berceceran jatuh ke bawah. Sebelumnya tidak pernah terjadi kondisi seperti ini.

Gemuruh halilintar yang mengerikan itu membuat si menantu seketika bergidik ketakutan, bersembunyi di dalam kamar, duduk di samping tempat tidur sambil mencengkram erat tangan putra dan putrinya, ketiganya tampak menggigil ketakutan.

Kurang lebih satu jam kemudian hujan pun berhenti, demikian juga dengan gemuruh halilintar tidak terdengar lagi. Sang menantu yang bersembunyi di dalam kamar itu pun akhirnya menarik napas lega. Namun, baru saja Anak-anak berjalan keluar dari kamar, tiba-tiba terdengar gemuruh petir, dan seberkas cahaya merah menerobos ke dalam kamar, lalu menyambar wanita yang masih duduk termangu di samping tempat tidur itupun tewas seketika di tempat. Sang menantu yang kerap menindas mertuanya yang sudah senja dan buta itu meninggal pada usia 37 tahun.

Ketika itu, suaminya yang sedang berada di tempat kerjanya yang berjarak sekitar 200 km dari rumahnya itu pun sangat sedih setelah mendengar kabar duka itu, lalu begegas pulang ke rumah untuk mengurus pemakaman. Para tetangga tidak habis mengerti, mengapa menantu yang begitu baik itu bisa tewas menggenaskan disambar petir ? Ada yang mengatakan wanita itu pasti telah melakukan sesuatu yang buruk, hanya saja kita tidak tahu.

Setelah pemakaman, pria yang kehilangan istri itu pun bertanya pada kedua anaknya apa yang telah terjadi sebenarnya di rumah. Anak-anak menceritakan dengan rinci kepada ayahnya tentang segala sesuatu yang terjadi di rumah selama sang ayah tidak berada di rumah. Dan yang paling membuatnya naik pitam adalah kata-kata ini : “Ibu sering menyuruh saya memberi nenek minum air bekas cuci kaki ibu.”

Anak yang sangat berbakti ini pun seketika naik pitam dan menjadi murka setelah mendengar cerita anaknya, lalu mengambil cangkul ingin menggali makam istrinya yang baru dikuburkan, untuk mencambuk mayat istrinya. Mendengar putranya hendak menggali makam istrinya itu, sang ibu berusaha membujuk anaknya sambil berkata : “Sudahlah, lupakan saja, orangnya juga sudah meninggal!”  Salam kebajikan  (Sumber)

Karma yang Harus Tetap Dibayar


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Dewa yang bertanggung jawab untuk reinkarnasi berkata kepada seorang yang akan dilahirkan kembali: “Anda akan terlahir kembali sebagai babi, dan sekarang Anda memiliki keinginan apa?”

Orang yang akan dilahirkan mendengar akan reinkarnasi menjadi babi, sangat kecewa dengan cemas berkata dan memohon kepada dewa reinkarnasi: “Saya tidak ingin dilahirkan kembali sebagai babi jelek dan kotor, dapatkah Anda membiarkan saya dilahirkan kembali menjadi manusia?.”

Dewa dengan tegas berkata: “Tidak mungkin, semuanya bukan Anda dan saya yang dapat memutuskan, semuanya diatur sesuai dengan semua dosa dan karma masa lalu yang Anda lakukan dimasa lalu, saya juga tidak bisa mengubahnya.”

Orang yang akan reinkarnasi tersebut melihat semua situasi tidak mungkin berubah lagi akhirnya berkata: “Jika memang demikian, saya berharap saya dapat dilahirkan menjadi babi jantan besar periang yang tidak usah bekerja.”

Di sebuah desa ada perternakan babi yang besar, ada seekor babi betina sedang melahirkan sekelompok babi kecil, para anak babi ini berebutan meminum asi induknya ,diantaranya ada seekor babi jantan kecil yang kelihatannya sangat kekar, dia yang paling kuat meminum asi, sehingga dia yang tumbuh paling cepat serta kuat dan energik dibandingkan semua saudaranya.

Beberapa bulan kemudian, tubuh babi jantan kecil dua kali lebih besar dibandingkan dengan saudara-saudaranya, pemilik peternakan babi sangat senang melihat babi jantan kecilnya berkata: “Anda tumbuh dengan cepat dan kuat, benar-benar baik menjadi babi pejantan. ” Jadi tuannya ini menyiapkan kandang besar dan bersih yang terpisah untuk babi jantan kecil, dan menyediakan lebih banyak makanan untuk babi jantan kecil menikmatinya.

Babi jantan kecil mendapat perlakuan istimewa, jauh berbeda dibandingkan dengan saudara-saudaranya. Tinggal di lingkungan yang nyaman dan bersih dan mendapat pasokan makanan tak terbatas, babi jantan kecil ini sekarang tidak hanya berbadan sehat, tetapi juga kulitnya halus, menjadi pejantan tampan di antara para babi, benar-benar membuat iri para saudara-saudaranya yang tinggal di kandang sebelah yang penuh lumpur kotor kotoran dan bau.

Namun, keadaan tersebut tidak berlangsung lama, sesuai dengan pertumbuhan berat badannya juga melesat dengan cepat, babi jantan kecil sekarang secara bertahap gerakannya menjadi lamban. Setelah tumbuh menjadi 400-500 kilogram, suatu hari babi jantan ini tiba-tiba merasa kakinya yang kecil tidak dapat lagi menanggung berat badan yang besar, seluruh tubuh lemas seperti runtuhnya bangunan terjatuh di tanah. 

Sejak itu, babi jantan kecil tidak pernah bisa bangun lagi, jangan katakan kebebasan bergerak, makan juga harus bergantung peternak babi untuk menyuapnya makan setiap hari dan memmandikannya, pada musim panas harus di kipas dengan kipas angin listrik untuk menjaga tubuh kering supaya terhindar dari penyakit, sekarang babi jantan kecil perlahan-lahan berubah menjadi babi jantan besar yang sangat gemuk.

Hal tersebut berlangsung dua tahun lagi, semua saudara-saudara babi jantan telah dikirim ke rumah jagal, babi betina juga telah melahirkan anak-anak babi lagi. Babi jantan telah tumbuh menjadi lebih dari seribu kilogram hanya dapat tergeletak di lantai, dengan nafas terengah-engah dia mendengarkan suara riang para babi kecil, adik-adiknya yang baru di sebelah kandangnya bermain di tumpukan lumpur yang bau tetapi mereka terlihat sangat bersukacita. Suara berisik ini mengingatkan masa kecil yang bahagia ketika dia dengan saudara-saudaranya bermain bersama dengan gembira, tetapi sekarang seluruh kulit dan badannya yang berat penuh lemak membawa tekanan besar baginya.

Ketika babi jantan ini pikirannya menerawang antara masa kecil yang bahagia dan kehidupan sekarang yang menderita, peternak babi tiba-tiba dengan tersenyum berdiri di depan babi jantan, berguman mengatakan: “Beberapa hari lagi akan ada Festival musim gugur, aku akan menjamu seluruh saudara-saudara dengan babi panggang yang paling besar.” 
Setelah mendengarkan perkataan peternak babi, babi jantan besar menarik napas panjang seolah-olah apa yang di tunggu selama ini akan segera berakhir. Akhirnya dia menarik nafas panjang dan mengeluarkan air mata.

Menjelang ajalnya, babi jantan besar yang akan terlahir kembali dengan air mata berkata :! “Dewa, Saya tidak akan pernah mau terlahir kembali sebagai babi jantan besar, saya pikir menjadi babi jantan besar dapat hidup nyaman dan bahagia, tapi tidak disangka juga kehilangan semua kebebasan bergerak dan kehidupan menyenangkan menjadi babi. Pada saat yang sama, setelah mati juga tidak ada perdamaian, di festival musim gugur, tubuh dihidangkan sebagai persembahan terhidang di meja, dan mulut juga dipaksa dibengkokkan seperti wajah tersenyum, menjadi tontonan orang yang datang dan pergi, sama sekali tidak ada sedikit martabat lagi. “

Dewa dengan serius tetapi welas asih mengatakan: “Tidak ada hal yang absolut, memperoleh keuntungan juga akan kehilangan, ini adalah hukum alam semesta , jika Anda ingin mendapatkan keabadian nyaman yang besar, maka akan harus lebih banyak berbuat amal sehingga ketika reinkarnasi kembali dapat menjadi manusia, dan berkultivasi dengan baik untuk mencapainya keabadian! “ Salam kebajikan (Sumber)

Kebahagiaan Sejati


KEBAJIKAN ( De 德 ) Beberapa waktu yang lalu...

Ada seorang teman bernama Andy mengalami musibah kecelakaan lalu lintas yang mengharuskan dia diopname di rumah sakit. Sebuah jarinya harus dipotong karena jari kelingking tersebut tidak dapat disembuhkan lagi.

Saat masih terbaring di rumah sakit, istri Andy menghubungiku dan menceritakan tentang keadaan suaminya. Dia merasa sangat berduka dengan musibah ini. Kekhawatiran akan masa depan keluarganya menjadi beban pikirannya.

Esoknya saya menjenguk Andy. Kondisi tubuhnya relatif stabil. Hanya psikisnya terguncang karena takut tidak dapat beraktivitas dengan wajar.

Saya mengatakan : "Jangan cemas... Tuhan pasti akan memberikan jalan keluar terbaik. Semua pasti ada solusinya. Yakinlah bahwa tangan Tuhan akan menyentuh hidupmu, baik secara langsung maupun melalui tangan orang lain. Yang paling utama saat ini, kamu harus segera pulih..."

Setelah berbincang selama berjam-jam, di akhir pertemuan, saya menganjurkan agar Andy untuk selalu berbuat kebajikan dan mengembangkan pikiran yang penuh cinta kasih kepada sesama.

Beberapa hari kemudian, Andy sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Andy datang menemuiku. Dia mengatakan bahwa saat terbaring di rumah sakit, saat merasakan kesakitan yang luar biasa dan merasa sedih karena ternyata harus kehilangan salah satu anggota tubuhnya, akan terasa sulit bagi dirinya untuk berbuat baik kepada sesama.

Andy berkata "Saya sendiri sangat membutuhkan pertolongan. Keadaan saya sangat buruk. Bagaimana mungkin saya bisa mengembangkan pikiran cinta kasih dan berbuat kebajikan kepada orang lain? Bukankah saya sendiri yang sebenarnya harus dikasihani?"

Saya tersenyum, lalu berkata, "Sejak kamu mulai memikirkan diri sendiri dan mulai menuntut, maka sejak saat itulah kamu mulai merasa menderita. Sebaliknya, sejak kamu mulai memikirkan orang lain dan mengharapkan mereka berbahagia, justru pada saat itulah kamu mulai merasa bahagia. Dengan mengembangkan pikiran cinta kasih, saya berharap semoga penderitaan yang kamu rasakan dapat berkurang."

Andy mendengarkan penjelasanku dengan seksama.

Saya melanjutkan : "Jangan berpikir jauh-jauh... Lihatlah sekelilingmu. Masih banyak orang yang dilanda kesusahan tanpa kita ketahui. Kadang mereka menyimpan rapat-rapat penderitaan yang sedang dialami".

Saya pergi ke belakang sebentar untuk mengambil minuman untuk kami.

Saya berkata lagi : "Ketika berada di rumah sakit, cobalah memberikan sebungkus nasi untuk para suster. Barangkali ada satu diantara sekian banyak suster yang sedang kelaparan, tidak punya duit untuk membeli makanan karena belum gajian. Ketika kamu menuju ke rumahku, pernahkah kamu melihat sekelilingmu? Tukang becak, pengepul barang butut, tukang sapu, tukang angkut sampah, lihatlah raut wajah mereka. Sisihkanlah uang sedikit buat mereka sekadar untuk membeli sebungkus nasi".

Saya meneguk segelas minuman, lantas berkata : "Senyum polos yang muncul dari raut wajah mereka akan membawa kebahagiaan tersendiri bagi kita. Kepuasan diri yang kita peroleh tidaklah sebanding dengan uang yang kita berikan kepada mereka".

Andy manggut-manggut dan sudah paham dengan maksud pemikiranku tentang pikiran cinta kasih.

Sobatku yang budiman...

Ketika kita masih dalam proses berpacaran, kita sangat memperhatikan pasangan masing-masing. Berbagai perhatian tulus tanpa dibuat-buat, kerap kita berikan sepanjang waktu. Pikiran kita selalu dipenuhi oleh wajah pasangan kita.

"Apakah sayang sudah makan? Jangan telat makan yah.. Mimik air putih yang banyak supaya tidak dehidrasi... Ntar pulang pakai payung karena matahari sangat terik... dan lain sebagainya."

Kita berusaha semaksimal mungkin untuk saling membahagiakan. Oleh karena ingin membahagiakan sang belahan jiwa, perasaan kita senantiasa dipenuhi "pesona" kasih sayang. Hidup kita menjadi bahagia.

Namun setelah menikah...

Banyak yang mengalami perubahan perilaku. Menganggap pasangannya sudah pasti menjadi miliknya, seutuhnya. Merasa tidak perlu lagi memberi perhatian lebih, seperti saat sedang masa-masa pacaran.

Sadarkah kita dengan yang telah kita perlakukan kepada pasangan kita?

Kita mulai banyak berharap kepada pasangan. Kita mulai menuntut pasangan untuk begini dan begitu. Padahal, ketika kita mulai memikirkan diri sendiri dan mulai banyak menuntut, pada saat itulah penderitaan mulai datang.

Penderitaan akan datang, pada saat kita menuntut orang lain untuk membahagiakan kita.

Sebaliknya, kebahagiaan datang justru saat kita membahagiakan orang lain. Salam kebajikan #firmanbossini

Nilai dan Manfaat


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Uang kertas Rp 2,000,- dan Rp 100,000,- dibuat dari kertas yang sama dan diedarkan oleh Bank Indonesia (BI).

Ketika dicetak, mereka masih bersama-sama, tetapi harus berpisah di bank yang berbeda dan beredar di berbagai lapisan masyarakat luas.

Suatu ketika, mereka bertemu secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda.

Maka mereka saling bertegur sapa dan mulai mengobrol

Uang Rp 100,000,- bertanya kepada uang Rp 2,000,- ; "Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan berbau amis?"

Uang Rp 2,000,- menjawab; "Karena begitu aku keluar dari bank, langsung berpindah tangan kepada orang-orang kalangan bawah, mulai dari kalangan buruh, penjaja makanan, penjual ikan hingga jatuh ke tangan pengemis."

Lalu uang Rp 2,000,- bertanya balik kepada uang Rp 100,000,- ; "Kenapa engkau begitu baru, rapi dan masih bersih?"

Uang Rp 100,000,- menjawab; "Karena begitu aku keluar dari bank, langsung disambut perempuan cantik dan lelaki beraroma wangi, selanjutnya disimpan di dalam dompet bagus dan bermerek. Saya hanya beredar di lingkungan restoran mahal, kompleks perumahan elit, mall-mall bergengsi dan hotel-hotel berbintang".

Uang Rp 100.000,- menambahkan : "Keberadaanku selalu dijaga dan jarang sekali keluar dari dompet."

Lalu uang Rp 2,000 bertanya lagi; "Pernahkah engkau berada di tempat ibadah?"

Uang Rp 100,000,- menjawab;
"Jarang sekali, bahkan boleh dikatakan belum pernah, karena saya sendiri sudah lupa kapan terakhir berada di sana"

Uang Rp 2,000,- pun berkata kembali : "Ketahuilah walaupun nilaiku hanya Rp 2,000,- tetapi keberadaanku sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Bayangkan saja jika aku tidak ada, bagaimana orang hendak membeli barang dengan nilai nominal kecil. Saya tidak berkecil hati walau hanya dianggap sebagai uang kembalian".

Uang Rp 2000,- menegaskan : "Ingatlah bahwa aku selalu berada di seluruh tempat ibadah, tempat yang suci dan mulia. Aku juga selalu berada di tangan anak-anak yatim piatu dan fakir miskin, orang-orang yang sangat dikasihi oleh Sang Maha Pencipta. Aku tidak dipandang sebagai sebuah nilai, tetapi adalah sebuah manfaat".

Lantas, menangislah uang Rp 100,000,- karena selama ini merasa paling besar, paling hebat dan paling tinggi tetapi tidak begitu bermanfaat bagi orang banyak.

Sobatku yang budiman...

Jangan memandang orang dari status ekonomi maupun keindahan fisiknya, karena belum tentu mereka bermanfaat bagi kita maupun lingkungan sekelilingnya.

Marilah kita menghargai dan menghormati mereka yang benar-benar telah menebarkan nilai-nilai kebaikan dan menelurkan azas kemanfaatan kepada orang lain, tanpa memandang perbedaan dan asal usulnya. Salam kebajikan #firmanbossini

Kapan Anda Tersenyum


KEBAJIKAN ( De 德 ) Banyak di antara yang kalian menderita adalah pilihan kalian sendiri – obati pahit kehidupan agar manusia sembuh dari luka hati dan penyakit jiwa. Percayalah tabib kehidupan dan teguk habis ramuan pahit itu dengan cekal dan tanpa bicara.

Dalam hidup, kamu tak harus mengerti segalanya, karena ada beberapa hal yang tak bisa dimengerti tapi hanya bisa diterima. Trust God!

"Terus berbaik sangkalah! Hal yang tak mengenakkan juga terjadi atas rencana Tuhan untuk kebaikanmu!"

Nah sobat, Tuhan memberi pelangi disetiap badai, senyum di setiap air mata, sabar di setiap cobaan, dan jawaban di setiap doa. Tuhan pasti tau yang terbaik.

So, kapan terakhir kali melihat dirimu tersenyum???

Tersenyumlah sekarang juga. Temukan fakta bahwa Anda mulai bahagia mulai detik ini.

Anda harus lebih dulu merasa bahagia dan memancarkan kebahagiaan, untuk mendapatkan hal-hal yang membahagiakan.

Semoga Bermanfaat..
Tetaplah bersemangat!
Teruslah bertumbuh!
Teruslah belajar!
Salam kebajikan (Lily)

Menjadi Diri Sendiri

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Jumat, 23 September 2016 | 13.13


KEBAJIKAN ( De 德 ) Tidak perduli apapun juga yang orang lain katakan, meskipun Anda adalah seseorang yang sangat sempurna sekalipun Anda pasti tetap dikritik, dinilai (dicela) oleh orang lain juga.

Tidak ada kata terlambat untuk menjadi dirimu sendiri.

Bila Anda tidak bisa menjadi jalan besar, jadilah jalan pematang.
Bila Anda tidak bisa menjadi matahari, jadilah bintang.
Bukan besarnya yang mengukur Anda kalah atau menang. Yang penting jadilah orang apa adanya dan bijak!

Jadi, janganlah meniru atau menjiplak orang lain. Jadilah diri Anda sendiri dan bertindaklah sewajarnya, sesuai dengan kemampuan dan kepribadian Anda.

Nah sobat, Jadilah diri sendiri, bahagiakan dirimu dengan cara sendiri, Jangan meniru orang lain untuk bisa bahagia.

Semoga Bermanfaat..
Tetaplah bersemangat!
Teruslah bertumbuh!
Teruslah belajar!
Salam kebajikan (Lily)

Dewa - Dewi

Legenda Tiongkok

PEPATAH TIONGKOK

KESETIAAN / ZHONG

TAHU MALU / CHI

KESEDERHANAAN / LIAN

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2016. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger