|
Welcome To My Website Kebajikan (De 德)..Dalam era kebebasan informasi sekarang, hendaknya kita dapat lebih bijak memilah, mencerna dan memilih informasi yang akurat. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan Etika dan Moral dalam kehidupan serta meningkatkan Cinta kasih tanpa pamrih pada sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia dan menyajikan keberagaman pandangan kehidupan demi meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan. Tanpa dukungan Anda kami bukan siapa-siapa, Terima Kasih atas kunjungan Anda
Latest Post

Ia Anak Durhaka pada Ayahnya, Tak Terduga 3 Tahun Kemudian Almarhum Ayahnya Menjemputnya dengan Cara ini

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Rabu, 01 Maret 2017 | 13.13


KEBAJIKAN ( De 德 )Kehidupan manusia di dunia ini tak bedanya dengan tanaman, akan berkembang dan layu pada saatnya. terlepas bagaimana dahulunya ia bersikap kepada saya, saya patut menghormatinya karena ia lebih tua. Segala sesuatu halnya patut diakhiri seiring dengan kepergiannya.

Suatu hari pada September 2012, saya menerima panggilan telepon dari ayah yang tinggal di kampung.

Ayah mengabarkan bahwa paman telah dijemput Yang Maha Kuasa, dan saya diminta pulang untuk menghantarkan paman dalam perjalanan terakhirnya.

Ketika teringat, hati ini masih terasa sedih. April 2009, kakek saya meninggal.

Jika tidak saya alami sendiri kejadiannya, mungkin saya tidak akan percaya bahwa di dunia ini ada anak yang kurang ajar, tidak berbakti kepada orangtuanya. Selain tidak berbakti kepada ayah kandungnya semasa ia masih hidup, setelah ayahnya minggal pun ia tidak mau menghormatinya. Benar-benar menyedihkan.

Ayah saya memiliki 4 saudara laki-laki. Ayah anak nomor 2. Kakek meninggal dunia pada usia 87 tahun.

Saya selalu teringat dengan hari itu, Saya mengejar perjalanpulang untuk menjenguk kakek yang berbaring di ranjang dengan tubuhnya yang begitu kurus. Saya sampai meneteskan airmata saat melihat kondisinya dan memanggil dengan suara lirih : “Kakek”.

Ia menatap saya tetapi tidak berbicara. Tak lama setelah menemani kakek saya lalu pergi makan. Tetapi ayah memanggil saya karena kondisi kakek sedang gawat.

Segera saya meletakkan sumpit dan mangkuk lalu menghampiri tempat berbaringnya kakek. Kakek sudah pergi untuk selama-lamanya dalam pelukan paman.

Setelah kakek meninggal dunia, beberapa hal yang berkaitan dengan pasca meninggalnya kakek perlu segera dilakukan. Kakek meninggal dunia di dalam rumah baru saya.

Ayah ada menyuruh membunyikan petasan, sebagaimana kebiasaan di lingkungan kami, suara petasan digunakan sebagai tanda keluarga sedang berduka. dan para tetangga biasanya akan datang berkumpul untuk memberikan bantuan yang diperlukan, termasuk melakukan segala sesuatunya yang berkaitan dengan pasca meninggalnya seseorang.

Tak lama setelah suara petasan berakhir, tetangga sudah mulai berdatangan. Pertama, mereka menggotong peti mati yang sudah dipersiapkan sendiri oleh kakek semasa masih hidup. Setelah kakek dimandikan, dipakaikan setelan baju abadi yang sudah disiapkan sebelumnya., lalu memasukkan jenasah ke dalam peti.

Kemudian bhiksu sembayang didatangkan untuk mendoakan arwah kakek.

Sudah menjadi kebiasaan di lingkungan kita, para tetangga yang datang membantu itu tidak mengharapkan bayaran. Keluarga duka hanya perlu menyiapkan hidangan makan mereka sebagai tanda ucapan terima kasih.

Dan umumnya mereka itu diberikan makan nasi jika jumlah orangnya cukup banyak.

Karena di rumah ada bhiksu yang melakukan sembahyang dan membuat rumah-rumahan (dari bambu dan kertas) yang akan diperuntukan arwah kakek.

Jadi beberapa tetangga yang membantu menghendaki masak nasi dengan meminjam dapur rumah paman yang lokasinya ada di tingkat lebih bawah dari rumah saya.

Dari kakek meninggal sampai kakek dimasukkan ke dalam peti jenasah, sama sekali tidak melihat paman (saudara tua ayah) hadir.

Semua peralatan masak memasak dibawa oleh tetangga dari rumah saya ke dapur rumah paman, dan nasi pun mulai dinanak di sana. Tetapi belum juga nasi matang, paman sudah balik dari gunung. Ia marah dan mengusir tetangga yang berada di sana, meminta mereka menanak nasi di rumah saya saja.

Menenak nasi
Para tetangga tidak ambil pusing dengan ketidaksenangannya, karena bagaimana pun juga ia adalah putra sulung dari kakek saya.

Namun tak lama kemudian, orang yang membantu menanak nasi datang mencari ayah dan paman (saudara muda ayah) mengatakan bahwa api mati karena disiram air oleh paman (saudara tua ayah).

Tak peduli dengan bujukan para tetangga, paman (saudara tua ayah) tetap bersikeras untuk melarang masak apapun di dapurnya.

Ia berkoar bahwa kakek itu adalah orang tua ayah dan paman-paman (saudara muda ayah) saya, bukan ayahnya.

Mungkin karena selama ini ada gesekan-gesekan pribadi antara ayah dengan dia, sehingga paman (saudara tua ayah) selalu timbul iri hati begitu kondisi keluarga kami lebih baik dari mereka.

Kecemburuan mendorong dia melakukan cara apasaja untuk membuat keluarga kami tidak tentram. Ia baru merasa senang jika kita mengalah, tetapi ia tetap akan mengganggu ayah.

Ayah orangnya relatif baik hati, ia lebih mengharapkan hubungan yang rukun-rukun di antara saudara. Tidak perlu berbuat yang bukan-bukan. Tetapi paman (saudara tua ayah) justru memanfaatkan sikap sabar dan mengalah itu untuk mengganggu ayah.

Semasa hidup kakek juga sering berpesan agar ayah tidak menggunakan kekerasan dalam menghadapi paman (saudara tua ayah), bersabar saja. Ayah bukan tandingannya katanya, dan dia nanti akan menghadapi sendiri hukum karma atas perbuatannya.

Mungkin juga karena ini, paman (saudaratua ayah) jadi berdendam kepada kakek. Menuduh kakek selalu membantu ayah.

Selama bertahun-tahun, ia tidak pernah membeli makanan untuk kakek meskipun bercocok tanam di sawah milik kakek. Bahkan sewaktu kakek mendatangi rumahnya untuk meminta sedikit kayu bakar, kakek harus menderita umpatan bertubi-tubi. Kayu bakar yang diambil 10 tahun silam saja masih tersimpan di rumahnya, tetapi jangan harap ingin meminta, satu pun tidak akan dikasi.

Tak terbayangkan, sebagai anak sulung paman tega berbuat demikian, selain tidak berada di keliling kakek saat ia meninggal, ia masih berani menyiram air ke api tungku yang digunakan untuk menanak nasi.

Perilaku kurang ajar ini selain sulit dipahami ayah, adik-adik ayah, tetangga pun tidak bisa mentolerir. Tetapi paman (saudara tua ayah) memang dasar keledai keras kepala, saran siapa pun ia tidak mau dengar.

Menyalahkan Api
Akhirnya, putri paman (saudara tua ayah) merasa malu lalu sendirian menyalakan api dan menanak nasi yang akan diperuntukkan makan para tetangga yang datang membantu.

Tahun kedua setelah kematian kakek, yakni 2010 saat pulang dari sawah, paman yang kualat ini jatuh ke dalam selokan sebelum mencapai rumah dan menyebabkan pinggangnya terluka.

Pekerjaan sawah sudah tidak mungkin dikerjakan lagi, ia hanya bisa berbaring dalam rumah.

Beberapa hari kemudian, ia kembali terpelanting di dalam kamarnya akibat lantai rumah sedang dipasang ubin baru, sehingga masih licin.

Setelah itu, luka semakin parah, berdiri saja sudah tak mampu. Ia hanya bisa berbaringan di ranjang sepanjang hari.

Setelah 2 tahun berbaring tanpa daya, paman meninggal dunia pada 2012.

Ia meninggal tepat 3 tahun setelah kakek. Semua orang di desa saya mengatakan bahwa paman meninggal itu pasti karena dijemput kakek saya untuk menyelesaikan urusan karma.

Kata-kata itu pernah diucapkan kakek semasa ia masih hidup. Apalagi kakek sedikit banyak juga menguasai ilmu fengsui, dan ia selalu mengiringi bhiksu ajaran Tao saat dipanggil untuk menyembahyangi tetangga yang meninggal. Sebagai penabuh gong tangan kakek tidak ingin absen dalam membantu keluarga yang sedang berduka.

Terlepas dari benar tidaknya rumor kakek yang membawa pergi paman, tetapi itu sudah menjadi buah bibir orang-orang di desa saya. Semoga saja semua orang bisa mengambil hikmah dari contoh tersebut untuk mendidik anak-anak supaya tidak berbuat kurang ajar terhadap orangtua mereka.

Berbakti dan menghormati orangtua adalah bagian dari kebenaran, tak peduli baik atau buruk sikap orangtua terhadap anak, Ini adalah perintah alam.

Perbuatan manusia yang baik maupun yang buruk pasti akan terbalas, persoalannya hanya berada di waktu. Salam kebajikan  (Sumber)

Ia Menyelamatkan Kura-kura Besar yang Hendak Disembelih, 16 Tahun Kemudian Kura-kura Itu Balas Budi Menyelamatkan Anaknya


KEBAJIKAN ( De 德 ) Ada sebuah toko bernama “Yù Yuán Hào” di Kee-lung, Taiwan. Lin, pemilik toko adalah seorang pria yang baik hati, penduduk di sekitar mereka hidup sebagai nelayan.

Suatu hari, para nelayan berhasil menangkap seekor kura-kura besar menggunakan jaring, mereka berencana menyembelih kura-kura itu dan menjual dagingnya.

Kebetulan saat itu, Lin melewati tempat itu, dan melihat seekor kura-kura yang dikerumuni warga dan menanti ajalnya itu terus bersujud mendongakkan lehernya, dari kedua matanya terlihat meneteskan air mata seakan-akan minta tolong.

Rasa iba pak tua Lin yang melihat kemalangannya itu lalu membeli kura-kura itu walau harus ditebus dengan harga yang mahal, dan meminta orang-orang untuk melepaskan kembali kura-kura itu ke pantai.

Karena khawatir ada orang yang menangkap dan menyembelihnya, pak tua Lin lalu menulis “Yu Yuan Hao melepaskan makhluk hidup” di atas punggung kura-kura, yang berarti semoga ada orang yang welas asih, berbuat baik, dan melepaskannya (kura-kura) hidup bebas di habitatnya, jangan sembarangan membunuhnya.

Setelah meninggalkan kata-kata itu di atas punggungnya, akhirnya mereka melepaskan kura-kura itu ke laut, banyak orang yang melihat kura-kura itu terlihat timbul tenggelam di tengah laut, seolah-olah membungkukkan diri mengucapkan terima kasih kepada pak tua Lin.

Batin orang-orang yang melihat pemandangan itu seketika tersentuh. Lalu mereka saling berjanji untuk tidak menangkap, membunuh atau memakan kura-kura besar itu jika suatu hari nanti bertemu dengannya. Slogan 3 M tidak “menangkap, membunuh dan memakan” ini masih terukir di lingkungan mereka sampai hari ini.

Singkat cerita, 16 tahun kemudian, putra kedua pak tua Lin, berhasil lulus dan diterima di sebuah sekolah bisnis di Taipei. Saat liburan di hari minggu, putra keduanya ini selalu pulang naik kapal. Namun, kali ini, dalam pelayaran pulangnya, permukaan laut dihantam oleh arus balik yang menggelora, dan naas, kapal yang ditumpanginya itu pun kandas dan tenggelam di laut. Lebih dari 90 diantara 100 lebih penumpang ditelan oleh laut yang bergelora.

Detik-detik menjelang kandasnya kapal itu, terdengar jeritan dan teriakan panik para penumpang meminta tolong, benar-benar raungan kepanikan yang memekakkan telinga. Meskipun putra kedua pak tua Lin bisa berenang, tapi karena gemuruh ombak yang terlalu kuat, sehingga membuatnya tenggelam lagi, tapi ia tidak menyerah dan terus berjuang menyelamatkan diri di tengah gelombang ombak yang ganas.

Di tengah perjuangan kerasnya itu, tiba-tiba ia merasa tubuhnya seperti terangkat ke atas oleh sesuatu benda bundar, dan begitu dilihatnya, ia mendapati dirinya berbaring telentang di atas punggung kura-kura, ketika diamati lagi dengan lebih seksama, ia melihat moncong kura-kura itu sangat besar.

Seketika ia pun terkejut, dan merasa kali ini pasti akan tewas terkubur di dalam perut sang kura-kura. Lalu ia bermaksud membalikkan badannya dan melompat ke laut, tetapi saat itu ia sudah sangat lelah dan tidak sanggup lagi meronta.

Belakangan, ketika ia membalikkan badannya, tiba-tiba ia melihat ada tulisan di atas punggung kura-kura “Yu Yuan Hao melepaskan makhluk hidup”. Dan saat itu baru disadarinya, tenyata kura-kura ini adalah makhluk yang pernah diselamatkan oleh ayahnya ketika itu. Tiba-tiba, kegalauan, kesedihan dan rasa takutnya menjadi sukacita yang tak terkira, ternyata kura-kura itu datang menyelamatkannya. Kura-kura itu pun dipeluknya dan berdo’a semoga selalu dalam lindungan-Nya.

Dengan leluasa dan nyamannya kura-kura itu menggerakkan keempat kakinya, mengayuh seperti perahu, kura-kura itu berjuang ditengah terjangan ombak besar membawanya selamat sampai di atas pantai, saat akan tiba di pantai, tuan muda Lin seketika melompat melompat di atas air dangkal, kemudian memandangi kura-kura yang telah menyelamatkannya itu masih mengambang di atas air.

Tuan muda Lin lalu merapatkan tangannya sebagai tanda terima kasihnya. Kura-kura itu pun mengangkat kepalanya dan mengangguk-angguk seakan-akan mengucapkan terimakasihnya kembali, bahkan membuka moncongnya mengeluarkan suara seperti menunjukkan sukacitanya, kemudian berbalik dan berenang menjauh, warga yang menunggu di atas pantai pun segera datang mengucapkan selamat atas keselamatan tuan muda Lin.

Dalam bencana di laut kali ini, hanya puluhan penumpang yang selamat, lainnya tewas tak tertolong. Setelah dilakukan survey, semua yang selamat ini ternyata adalah orang-orang yang berbakti, wanita soleh, dan mereka yang sehari-hari selalu berbuat amal. Jadi jelas sekali, kalau Tuhan selalu memberkati orang-orang seperti itu, dan melindungi generasi/keturunan dari sosok orang yang baik hati.

Para tetangganya yang tahu akan hal itu pun terharu oleh peristiwa yang dialami putranya Lin, dan mereka pun suka beramal. Sebelumnya ada seorang peramal terkemuka yang mengatakan bahwa pak tua Lin bisa hidup sampai usia 70 tahun, tapi ternyata ia bisa hidup hingga 88 tahun, dan meninggal dalam kedamaian tanpa penyakit (orang tua yang meninggal bukan disebabkan penyakit-tapi sudah waktunya berpulang).

Sebab-akibat itu selalu hadir tepat pada waktunya, tapi bagaimana sang kura-kura bisa tahu ada bencana di tengah laut yang maha luas itu?

Bagaimana ia mengetahui dengan jelas putra kedua dari orang yang pernah menyelamatkannya itu akan ditimpa bencana pada hari itu?

Padahal mereka tidak pernah bertemu, tapi bagaimana kura-kura bisa menemukannya di laut, dan menyelamatkannya?

Kita mencari dengan kekuatan manusia juga belum tentu berhasil menemukannya. Naluri segenap makhluk hidup di jagad raya ini sulit untuk kita bayangkan. Demikian juga denga karma balasan baik dan jahat itu benar-benar di luar nalar kita.

Kura-kura tahu membalas budi, berjuang di tengah terjangan ombak dahsyat dan mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan putra dari orang yang pernah menyelamatkannya. Kita, sebagai manusia belum tentu memiliki semangat (kesadaran jiwa) seperti kura-kura ini. Dan ia layak mendapatkan penghormatan! Salam kebajikan  (Sumber)

Pilihan Hidupku


KEBAJIKAN ( De 德 ) Dulu, aku sangat mengidolakan dan mengagumi manusia yang pintar, kaya, berprestasi, sukses berkarir dan memiliki jabatan yang mentereng.

Namun, belakangan ini aku sering tertipu dan dibohongi oleh mereka yang memiliki kelebihan di atas. Banyak di antara mereka, justru terlibat dalam korupsi, penipuan, penggelapan, intoleran, perselingkuhan, narkoba dan beragam aksi kriminal lainnya.

Sehingga aku memilih untuk mengganti kriteria kekaguman kepada seseorang. Tidak lagi berpedoman kepada harta kekayaan dan tingginya jabatan.

Saat ini, aku sangat mengagumi manusia sederhana dan rendah hati serta konsisten antara ucapan dan perbuatan. Mereka yang santun bertutur kata walaupun sering dibully, jujur walaupun hidup berkekurangan, setia walaupun sering mendapat godaan, bersemangat walaupun disepelekan serta tetap berbuat kebajikan walaupun sering dihina.

Dulu, aku sangat marah saat orang lain merendahkanku, menghina martabat dan kehormatanku, bertindak kasar dan menyakitiku dengan kalimat kasar penuh sarkasme.

Saat ini, aku memilih untuk lebih banyak bersabar dan bersedia memaafkan kekhilafan orang lain. Menganggap apa yang mereka perbuat sebagai ujian kehidupan yang wajib dilewati dengan penuh keikhlasan.

Dulu, aku selalu mengejar kehidupan duniawi dan berusaha menumpuk kekayaan materi semampuku dengan cara apapun.

Saat ini, aku memilih untuk bersyukur dengan apa yang telah tersedia di hadapanku, tanpa perlu menyikut kanan kiri untuk menjadi pemenang. Selanjutnya hidupku akan diisi dengan berbuat kebaikan yang bermanfaat bagi kehidupan semua makhluk hidup.

Dulu, aku menganggap bahwa aku dapat membahagiakan orang tua dan keluarga tercinta setelah aku berhasil dengan duniaku.

Ternyata, bukan hanya materi yang dapat membuat mereka bahagia selamanya. Lebih dari itu, mereka justru merasa bahagia karena ucapan, tingkah laku, perbuatan, perhatian, senyum dan candaanku kepada mereka.

Saat ini, aku memilih untuk membahagiakan orang yang kusayangi dengan apa yang ada padaku, terutama dengan curahan perhatian dan kasih sayang. Aku ingin kehadiranku di tengah-tengah mereka dapat bermanfaat bagi kebahagiaan mereka.

Semoga aku dapat mengamalkan pilihanku sebaik-baiknya diantara kekurangsempurnaanku sebagai seorang manusia..Salam kebajikan #firmanbossini

Demi Menyumbangkan Sumsum Tulang Menyelamatkan Ibunya, Gadis Cilik ini Tidak Menitikkan Air Mata Saat Biopsi Sumsum Tulang

Written By Kebajikan ( De 德 ) on Selasa, 28 Februari 2017 | 12.55


KEBAJIKAN ( De 德 ) -  Adalah hal yang sangat menyedihkan jika ada kerabat atau teman-teman terdekat kita menderita penyakit yang tak tersembuhkan, karena itu, ketika mengetahui ada cara yang dapat menyembuhkan penyakit terkait. Diharapkan jangan pernah menyerah selagi masih ada secercah harapan. Demikian juga dengan Xuan Xuan yang baru berusia 8 tahun ini pasti berpikir seperti itu!

Xuan Xuan
Adalah Xuan Xuan, seorang gadis cilik dari Shandong, Tiongkok. Dua tahun lalu, Ba Lili ibunya Xuan-xuan tiba-tiba dihinggapi bintik-bintik darah di tubuhnya, memar dan gejala lainnya, setelah diperiksa di rumah sakit, didiagnosis sebagai “acute lymphoblastic leukemia-LLA / Leukemia Limfositik Akut.” Ba Li Li ketika itu sudah hamil 4 bulan, namun, demi menjalani kemoterapi, ia terpaksa menggugurkan anak yang belum sempat melihat dunia!

Selama setahun itu, Ba Li Li telah menjalani delapan kali proses kemoterapi, tapi setiap kondisinya terlihat membaik. Beberapa bulan kemudian gejala kankernya kembali kambuh lagi. November tahun lalu, dokter mengatakan kepadanya, bahwa efeknya mungkin tidak begitu besar jika terus menjalani kemoterapi, dokter menganjurkan sebaiknya langsung menjalani transplantasi sumsum tulang.

Jadi selama periode itu, para kerabat Ba Li Li silih berganti mencocokkan sumsum tulang dengannya, tapi satu-satunya pasangan yang cocok ternyata Xuan Xuan, yakni putrinya yang baru berusia 8 tahun.

Ba Li Li
Ketika diwawancarai, Xuan Xuan mengatakan ia pernah melihat seorang bibi hamil di rumah sakit sangat menderita saat hamil (suka merasa mual, nafsu makan tidak normal dan sebagainya), dan ia baru tahu ibunya juga pasti sangat tersiksa saat mengandungnya ketika itu.

Jadi, saat tahu kalau ia bisa menyelamatkan nyawa ibunya, Xuan Xuan yang menyadarinya segera mengatakan, “Saya tidak akan ada di dunia kalau ibu tidak melahirkan saya, karena ibu memberi kesempatan hidup pada saya, maka saya harus menyelamatkan nyawa ibu.”

Ba Li Li dan anaknya Xuan Xuan
Hati ini serasa tersayat sembilu membiarkan anak sekecil itu menyumbangkan sumsum tulang, pernah terlintas dalam benak Ba Lili lebih baik mengakhiri hidupnya, bukan saja tidak menyebabkan beban keluarga, juga tidak membuat si anak menjalani siksaan sakit seperti itu.

Tetapi akhirnya ia terima juga dengan berat hati, sementara suaminya juga membujuknya, memberi kesempatan pada anaknya, jika tidak, kelak setelah dewasa akan meninggalkan bayangan padanya. Inilah yang membuatnya bersedia menerima transplantasi sumsum tulang putrinya.

Xuan Xuan mendonorkan Sumsum Tulang untuk menyelamatkan Ibunya
Tapi Xuan Xuan ketika itu sangat kurus, berat badan hanya 24 kilogram, sehingga dokter memintanya menaikkan dulu berat badan sampai 36 kg baru bisa sepenuhnya melewati operasi tersebut.

Untuk itu, Xuan Xuan mulai menaikkan berat badannya, dan agar berotot, ia pun makan hingga 8 kali sehari, makannya pun tidak teratur, makan sekuatnya kalau ingin makan, dan semakin banyak dari hari ke hari.

Sekarang berat badannya telah meningkat jadi 29 kg, ia juga memberitahu ayahnya tidak perlu membeli makanan terlalu mahal untuknya, karena uang yang tersisa akan digunakan untuk pengobatan ibu.

Ba Li Li dan anaknya Xuan Xuan
Beberapa waktu lalu, ketika pemeriksaan biopsy sumsum tulang, Xuan Xuan berusaha tegar dan tidak meneteskan air mata, ketegarannya membuat hati ayah-ibu yang melihatnya pun serasa disayat sembilu. Sementara itu, tabungan keluarga ini juga telah terkuras habis sejak awal menjalani proses kemoterapi berulang kali, sekarang diperlukan biaya sebesar 800.000 Yuan atau sekitar Rp. 1.5 miliar.

Tetapi untungnya setelah cerita tentang Xuan Xuan yang dengan beraninya menyumbangkan sumsum tulang untuk menyelamatkan ibunya itu beredar di Internet, banyak netizen yang simpati silih berganti menyumbangkan dana untuk membantu mereka. Saat ini, Ba Lili hanya berharap bisa menjalani operasi sesegera mungkin, secepat mungkin sembuh dan menikmati kebahagiaan bersama segenap keluarga tercinta.

Xuan Xuan memijat kaki ibunya

Dipastikan hati gadis cilik yang sangat peduli dan memahami kondisi ibunya itu diliputi dengan rasa takut menjelang operasi, tapi demi ibu tercintanya, apalah artinya rasa takut ini? Semoga Ba Lili bisa segera pulih setelah operasi, dan bisa berkumpul lagi menikmati kebahagiaan bersama keluarganya. Salam kebajikan (Sumber)

Ternyata Sudah Ditakdirkan Melahirkan Anak Laki-laki atau Perempuan Saat Hamil, Tingkat Akurasi 95,98%


KEBAJIKAN ( De 德 ) Berikut di bawah ini adalah tabel tentang berapa usia si wanita hamil yang bersangkutan dan bulan berapa hamilnya yang akan menentukan melahirkan anak laki-laki atau perempuan.

Mari simak bersama, jika memang sekiranya berkesan sebaiknya disimpan sendiri. Penulis adalah orang tua dari tiga anak yang secara akurat telah membuktikannya! Sepertinya memang harus dipercaya. Berikut tabelnya.

Usia 18 tahun: Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak laki-laki, Juni anak laki-laki, Juli anak laki-laki, Agustus anak laki-laki, September anak laki-laki, Oktober anak laki-laki, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.

Usia 19 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak perempuan, Juni anak laki-laki, Juli anak laki-laki, Agustus anak perempuan, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.

Usia 20 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak laki-laki, Juni anak laki-laki, Juli anak laki-laki, Agustus anak laki-laki, September anak laki-laki, Oktober anak perempuan, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.

Usia 21 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak perempuan, April anak perempuan, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus, anak perempuan, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak perempuan.

Usia 22 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak perempuan.

Usia 23 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak laki-laki, Agustus anak perempuan, September anak laki-laki, Oktober anak laki-laki, November anak laki-laki, Desember anak perempuan.

Usia 24 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak laki-laki, Mei anak perempuan, Juni anak laki-laki, Juli anak laki-laki, Agustus anak perempuan, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak 12 perempuan.

Usia 25 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak perempuan, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak laki-laki, Agustus anak laki-laki, September anak laki-laki, Oktober anak laki-laki, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.

Usia 26 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak perempuan, Juni anak laki-laki, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak perempuan.

Usia 27 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak laki-laki, Agustus anak laki-laki, September anak laki-laki, Oktober anak perempuan, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.

Usia 28 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak laki-laki, Agustus anak laki-laki, September anak laki-laki, Oktober anak laki-laki, November anak perempuan, Desember anak perempuan.

Usia 29 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak laki-laki, Juni anak laki-laki, Juli anak laki-laki, Agustus anak laki-laki, September anak laki-laki, laki-laki, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak perempuan.

Usia 30 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak perempuan, April anak perempuan, Mei anak perempua, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak perempuan, September anak perempuan, Oktober anak laki-laki, November anak perempuan, Desember anak laki-laki.

Usia 31 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak perempuan, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak perempuan.

Usia 32 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak perempuan, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.

Usia 33 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak laki-laki.

Usia 34 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak perempuan, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.

Usia 35 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak perempuan, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak laki-laki.

Usia 36 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak perempuan, September anak laki-laki, Oktober anak laki-laki, November anak laki-laki, Desember anak perempuan.

Usia 37 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak laki-laki, Mei anak perempuan, Juni anak laki-laki, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak laki-laki, November anak perempuan, Desember anak laki-laki.

Usia 38 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak laki-laki, Agustus anak perempuan, September anak laki-laki, Oktober anak perempuan, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.

Usia 39 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak laki-laki, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak laki-laki, November anak perempuan, Desember anak perempuan.

Usia 40 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak perempuan, Juni anak laki-laki, Juli anak laki-laki, Agustus anak perempuan, September anak laki-laki, Oktober anak perempuan, November anak lak-laki, Desember anak laki-laki.

Usia 41 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak laki-laki, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak laki-laki, November anak perempuan, Desember anak laki-laki.

Usai 42 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak perempuan, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak perempuan, Juni anak laki-laki, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak laki-laki, Oktober anak perempuan, November anak laki-laki, Desember anak perempuan.

Usia 43 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak perempuan, Maret anak laki-laki, April anak perempuan, Mei anak laki-laki, Juni anak perempuan, Juli anak laki-laki, Agustus anak perempuan, September anak laki-laki, Oktober anak laki-laki, November anak laki-laki, Desember anak laki-laki.

Usia 44 tahun : Hamil pada bulan Januari akan melahirkan anak laki-laki, Februari anak laki-laki, Maret anak perempuan, April anak laki-laki, Mei anak laki-laki, Juni anak laki-laki, Juli anak perempuan, Agustus anak laki-laki, September anak perempuan, Oktober anak perempuan, November anak perempuan, Desember anak perempuan. Salam kebajikan (Sumber)

Dewa - Dewi

Legenda Tiongkok

PEPATAH TIONGKOK

KESETIAAN / ZHONG

TAHU MALU / CHI

KESEDERHANAAN / LIAN

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011 - 2016. Kebajikan (De 德) - All Rights Reserved
Template Created by Kebajikan (De 德) Published by Kebajikan ( De 德 )
Proudly powered by Blogger